Fasilitas Lengkap! Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat di Samarinda Siap Huni

Suratna, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Dirjen Rehsos Kemensos RI

Ujarku.co – Persiapan pembukaan Sekolah Rakyat di Samarinda memasuki tahap akhir. Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial memastikan seluruh fasilitas dan kebutuhan siswa akan siap sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 15 Agustus 2025.
Suratna, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Dirjen Rehsos Kemensos RI, mengatakan MPLS akan menjadi momentum pertama siswa bertemu langsung dengan guru dan kepala sekolah. Pada hari pertama, siswa akan datang bersama orang tua mereka untuk kemudian disambut oleh pihak sekolah.

“Siswa akan masuk tanggal 15 Agustus ya, MPLS sebutannya, masa perkenalan lingkungan sekolah. Mereka datang diantar oleh orang tuanya, dan diterima oleh guru-guru dan kepala sekolah di sini,” ujarnya.

Ia menambahkan, persiapan fasilitas diperkirakan rampung sebelum 14 Agustus 2025. Meski begitu, ia optimistis penyelesaian bisa lebih cepat dengan dukungan penuh para tenaga pengajar yang sudah berada di lokasi.

“Kesiapannya saya rasa insya Allah cukup, sampai tanggal 14 Agustus, mungkin kita akan lebih cepat lagi. Tentunya dibantu guru-guru, karena guru-guru sudah di sini,” tambahnya.
Terkait durasi MPLS, Suratna menjelaskan kegiatan tidak dibatasi waktu tertentu. Fokus utama adalah memastikan siswa benar-benar siap memulai proses belajar.

“MPLS, kami tidak ada harinya, tapi sampai anak-anak berkecukupan untuk siap belajar. Karena membangun perilaku, membangun kebiasaan, tentunya butuh waktu, karena ini beragam anak dari beragam latar belakang,” jelasnya.

Suratna, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Dirjen Rehsos Kemensos RI

Selain pembelajaran, seluruh kebutuhan dasar siswa telah disiapkan secara lengkap. Setiap anak akan mendapatkan tempat tinggal, ruang belajar, dan konsumsi tiga kali sehari.

“Tempat tinggalnya ada tempat tidur ranjang susun tingkat 2, ada kursi dan meja belajar, ada lemari, dan ada toilet tentunya, dan ada jemuran handuk, jemuran baju,” kata Suratna.

Kelengkapan pribadi seperti sabun cuci, sabun mandi, pasta gigi, deodoran, hingga pembalut juga telah disediakan pihak sekolah. Untuk alat tulis, buku, dan bahan ajar, seluruhnya ditanggung penuh oleh Kemensos RI.

“ATK nya dari Kemensos, full. Buku-buku dan bahan ajar segala macamnya juga,” terangnya.
Kebijakan kunjungan orang tua juga telah diatur. Suratna memastikan siswa tetap bisa bertemu keluarga, namun dengan jadwal yang tidak mengganggu jam pelajaran.

“Kalau ketemu boleh, tapi pada jam-jam yang tidak mengganggu jam pelajaran tentunya ya,” katanya.
Untuk asupan makanan, pihak sekolah telah menyiapkan menu yang menyesuaikan kebutuhan gizi anak. Selain tiga kali makan utama, siswa akan mendapatkan dua kali snack pagi dan sore yang mengedepankan cita rasa lokal.

“Menu makanan akan diatur sama semuanya, dan nanti akan sesuaikan dengan gizi anak-anak. Jajanannya juga 2 kali sehari, 2 snack pagi dan sore. Bisa diganti rebus-rebusan, bisa diganti juga kue, atau jajan yang lokal khas di sini,” ucapnya.
Meski belum memiliki kantin di lokasi sementara, pelayanan konsumsi dilakukan melalui penyedia katering dari wilayah sekitar sekolah. Ke depan, fasilitas kantin akan dibangun di lokasi permanen Sekolah Rakyat.

“Di sini enggak bisa bangun kantin, nanti kalau di tempat yang asli (Sekolah Rakyat permanen), yang nanti kita akan punya kantin sendiri,” tutup Suratna.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar