Banner Ujarku

Fiskal Terbatas, Komisi IV Sebut Perbaikan Sekolah di Samarinda Hanya Sasar Kategori Ringan

Muhammad Nivan Syahronie Pasie, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda

Ujarku.co – Muhammad Novan Syahronie Pasie, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda memaparkan kondisi alokasi anggaran daerah yang terbatas untuk perbaikan sarana dan prasarana (sapras) sekolah. Keterbatasan fiskal tersebut memaksa pemerintah daerah dan pihak legislatif untuk menerapkan skala prioritas yang ketat terhadap usulan rehabilitasi bangunan sekolah di Kota Samarinda.

Pada rencana anggaran mendatang, alokasi dana untuk perbaikan fasilitas pendidikan difokuskan secara penuh pada perbaikan kategori ringan. Pemkot dipastikan tidak menganggarkan program rehabilitasi skala berat untuk sekolah-sekolah umum, kecuali bagi fasilitas pendidikan yang mendesak karena terdampak langsung oleh bencana alam.

Novan menjelaskan kebijakan anggaran ini harus disesuaikan dengan kapasitas kemampuan keuangan daerah saat ini agar seluruh kebutuhan dapat terbagi secara proporsional.

“Rehabilitasi sekolah saat ini hanya untuk kategori rusak ringan. Kalau untuk rehabilitasi sekolah tingkat berat, hal itu hanya dilakukan bagi sekolah-sekolah yang terkena dampak bencana alam. Contohnya seperti kejadian bencana di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 5 yang pembangunannya sudah masuk dalam tahap penyelesaian dan sudah beres. Sisanya, usulan yang ada saat ini hanya berupa perbaikan ringan saja, sementara untuk sekolah lain seperti SMP Negeri 24 belum bisa diakomodasi. Kita belum menganggarkan rehabilitasi berat karena kondisi fiskal daerah kita terbatas dan harus betul-betul disesuaikan,” ujar Novan.

Berdasarkan data usulan yang masuk, program perbaikan sarana dan prasarana ini akan dibagi ke dalam puluhan sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD) serta Sekolah Menengah Pertama (SMP). Usulan perbaikan untuk jenjang SD mendominasi kuota anggaran karena jumlah sebaran sekolahnya yang jauh lebih banyak.

Secara keseluruhan, perkiraan total anggaran yang disiapkan untuk perbaikan ringan sarana dan prasarana sekolah di seluruh wilayah Samarinda ini diproyeksikan berada di angka sekitar Rp50 miliar dan tidak sampai menyentuh angka Rp100 miliar.

“Totalnya ada sekitar 35 Sekolah Dasar yang diproyeksikan akan dilakukan perbaikan kategori ringan di seluruh wilayah Kota Samarinda. Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama, usulan perbaikan ringan hanya mencakup 15 sekolah saja. Anggaran untuk fasilitas sarana dan prasarana Sekolah Dasar memang paling banyak usulannya karena jumlah sekolahnya lebih banyak daripada Sekolah Menengah Pertama. Seluruh usulan ini diproyeksikan untuk tahun anggaran 2027 dan mudah-mudahan dapat terealisasi seluruhnya,” pungkas Muhammad Novan Syahronie Pasie.(ADV)

Tag Berita

Bagikan

Komentar