Genjot PAD, BPKAD Kaltim Optimalkan Hotel Atlet hingga Fasilitas Olahraga

Ahmad Muzakir, Kepala BPKAD Kaltim

Ujarku.co – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Timur (Kaltim) terus melakukan percepatan optimalisasi aset daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini difokuskan pada pemanfaatan aset strategis mulai dari perhotelan hingga sarana olahraga milik pemerintah agar lebih produktif dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi kas daerah.

Ahmad Muzakir, Kepala BPKAD Kalimantan Timur, menjelaskan kondisi fiskal saat ini menuntut daerah untuk lebih mandiri dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dana transfer pusat. Oleh karena itu, aset-aset yang sebelumnya belum termanfaatkan secara maksimal kini mulai dikelola melalui mekanisme kerja sama maupun penyewaan secara profesional.

“Kami fokus pada penatausahaan barang milik daerah, khususnya aset yang belum dimanfaatkan oleh organisasi perangkat daerah. Aset-aset ini memiliki potensi besar jika dikelola dengan pola kerja sama yang tepat, dan seluruh pendapatannya langsung masuk ke kas daerah,” ujar Ahmad Muzakkir, Kamis (7/5/2026).

Beberapa aset yang kini menjadi sumber pemasukan rutin antara lain gedung pemerintah di Jalan Jakarta serta berbagai fasilitas olahraga di kawasan Vorvo, seperti lapangan bulutangkis, voli, hingga sarana tenis. Selain menjadi ruang publik bagi masyarakat, aset tersebut kini memberikan kontribusi pendapatan melalui mekanisme sewa resmi yang nilainya ditentukan oleh lembaga penilai profesional.

Salah satu sorotan utama dalam upaya optimalisasi ini adalah Hotel Atlet yang berlokasi di kompleks GOR Kadrie Oening. Setelah sempat lama tidak beroperasi secara optimal, hotel tersebut kini dikelola secara profesional dan menunjukkan tren positif dengan tingkat okupansi yang mencapai angka 90 persen.

“Perkembangan Hotel Atlet sangat signifikan dan kami mendorong agar pengelolaannya semakin profesional. Lokasinya sangat strategis, sehingga potensi pengembangannya masih sangat besar untuk mendukung aktivitas masyarakat di kawasan olahraga tersebut,” tambah Ahmad Muzakkir.

Ke depan, BPKAD merencanakan pengembangan lebih lanjut pada kawasan Hotel Atlet dengan menambahkan fasilitas penunjang seperti restoran, kafe, hingga area kuliner. Integrasi fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik aset sekaligus menjadikannya mesin pendapatan yang stabil dalam jangka panjang bagi Kaltim.

Ahmad Muzakkir menegaskan seluruh proses penetapan tarif sewa dilakukan sesuai aturan yang berlaku melalui penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Dengan manajemen aset yang tertata, pemerintah daerah optimis kemandirian fiskal Kalimantan Timur akan semakin kuat.

“Semua melalui penilaian profesional, tidak ada penentuan harga yang asal-asalan. Tujuan utama kita adalah memastikan aset daerah ini benar-benar produktif dan manfaatnya kembali lagi kepada masyarakat melalui pembangunan,” pungkasnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar