GP Ansor Deklarasikan Pemilu Damai Bersama Ribuan Pelajar dan Mahasiswa di Kaltim

Pelepasan 99 balon udara dan 9 burung merpati putih.

Ujarku.co – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar deklarasi menyambut pesta demokrasi 2024 di Kampus Melati Samarinda, Rabu (25/10/2023).

Kegiatan bertajuk ‘Jaga Keutuhan NKRI’ ini mengangkat tema khusus yakni “Tolak Isi Hoax, Sara, Ujaran Kebencian dan Politik Identitas Pada Pemilu 2024”.

Ketua GP Ansor Kaltim, Fajri Al Farobi menyampaikan, kegiatan ini dihadiri oleh 1000 lebih pelajar dan mahasiswa se-Kaltim.

“Kenapa kita kumpulkan Gen Z, mereka adalah bonus demografi yang kita miliki untuk Indonesia emas,” ucap Robi sapaannya.

Disinggung mengenai alasan GP Ansor mengundang pelajar dan mahasiswa dengan jumlah banyak, Robi menjabarkan, bahwa Gen Z selain memiliki potensi yang positif dalam bernegara, ia juga khawatir jika tidak dilakukan pengawalan dapat menjadi perusak iklim demokrasi.

“Sehingga tadi kita sepakat deklarasi bersama untuk tolak radikalisme, menolak tindakan-tindakan intoleransi karena merusak sisi kemanusiaan dan agama,” ujarnya.

“Kemudian kita juga menolak hoax, sara, ujaran kebencian dan politik identitas,” tambahnya.

Robi menjelaskan, berdasarkan pengalaman GP Ansor mengawal berjalannnya pesta demokrasi di Indonesia, banyak pelajar terlibat masalah yang masuk dalam kategori sensitif.

“Generasi z inikan sangat dekat banget dengan teknologi dan media sosial. Nah kami menilai bahwa medsos adalah lumbung terbaik untuk menyebarkan hoax dan lain-lain. Sehingga semua itu harus di lawan dengan mempersiapkan generasi z yang melek informasi,” terangnya.

Lanjut Robi, semangat ini pun disimbolkan dengan aksi melepas 99 balon udara dan 9 merpati putih bersama-sama.

“Balon ini akan mengudara dengan harapan Kalimantan Timur jelang pemilu 2024 dapat terus menjaga kondusifitas dan perdamaian,” ucapnya.

Selain menggelar deklarasi bersama, Robi menegaskan, bahwa GP Ansor Kaltim menaruh perhatian lebih terhadap kondusifitas penyelenggaraan pemilu 2024.

Bahkan dirinya mengaku bahwa, GP Ansor telah lebih dari 1,5 tahun belakangan menggencarkan sosialisasi langsung ke para pelajar dan mahasiswa dalam bentuk wawasan kebangsaan dan bahaya narkoba.

“Kita sudah 1,5 terakhir kita intens melakukan penyuluhan masalah apa saja. Tujuannya agar daya tahan generasi muda terhadap ancaman isu pemecah belah dapat dicegah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Achmad Tirta Wahyuda

Editor: Eryadi

Tag Berita

Bagikan

Komentar