Ujarku.co – Upaya pelestarian manuskrip kuno di Kalimantan Timur (Kaltim) terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) melalui proses dokumentasi dan digitalisasi. Namun, langkah tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang mampu melakukan alih media dan penerjemahan isi naskah kuno.
Anita Natalia Krisnawati, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPK Kaltim, menjelaskan proses digitalisasi naskah kuno tidak dapat dilakukan secara maksimal karena pihaknya belum memiliki tenaga ahli yang mampu memahami dan menerjemahkan berbagai jenis aksara yang digunakan dalam naskah-naskah tersebut.
“Sebetulnya kami mempunyai kendala saat ini yaitu adanya keterbatasan dalam mengalihmediakan naskah-naskah tadi karena kita belum memiliki SDM yang bisa mengalihmediakan naskah-naskah tersebut. Seperti kita ketahui, naskah kuno itu ada yang berupa tulisan huruf Arab gundul, ada juga tulisan Jawa kuno,” jelas Anita saat ditemui di acara Gebyar Anugerah Literasi di Gedung Odah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27/10/25).
Ia menambahkan, selama ini DPK Kaltim melakukan pendataan dan pengumpulan naskah kuno dengan mendatangi langsung beberapa kabupaten dan kota, terutama ke rumah keluarga kerajaan yang masih menyimpan koleksi bersejarah tersebut. Namun, karena keterbatasan penerjemah, identifikasi isi naskah baru sebatas pemahaman umum.
“Selama ini kami hanya hunting ke beberapa kabupaten atau kota ke rumah keluarga kerajaan yang masih menyimpan naskah-naskah itu. Kami hanya menanyakan isi naskah tersebut secara umum, belum sampai ke autentik atau arti naskah kuno secara menyeluruh,” ungkapnya.
Meski demikian, Anita memastikan seluruh naskah yang telah dikumpulkan tetap dijaga dan diinventarisasi dengan baik melalui bidang deposit DPK Kaltim. Pihaknya juga berupaya membuat salinan digital agar isi dan bentuk fisik naskah tidak hilang.
“Alternatifnya, naskah kuno yang diberikan kepada kami akan kami scan dan arsipkan secara digital,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, DPK Kaltim berharap dapat menjaga warisan sejarah dan budaya daerah dari risiko kerusakan atau hilang, sambil menyiapkan strategi pengembangan SDM untuk memperkuat proses digitalisasi naskah kuno di masa mendatang.(*)
Penulis: Devi Mogot





