Ujarku.co – Sejumlah komoditas pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) masih berada di atas harga acuan dan berpotensi memberi tekanan terhadap inflasi daerah. Komoditas seperti cabai hingga daging sapi tercatat memiliki harga relatif tinggi dibandingkan beberapa wilayah lain.
Heni Purwaningsih, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, mengatakan secara umum harga bahan pokok memang masih tergolong stabil. Namun beberapa komoditas strategis perlu menjadi perhatian karena harganya berada di atas harga acuan maupun harga eceran tertinggi.
“Secara umum harga beberapa komoditas masih dalam kategori stabil. Namun terdapat komoditas tertentu yang perlu menjadi perhatian karena berada di atas harga acuan atau harga eceran tertinggi,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan harga per Maret 2026, beras medium tercatat berada di kisaran Rp15.459 per kilogram, sementara beras premium sekitar Rp16.623 per kilogram. Harga gula pasir berada pada angka Rp18.842 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah sekitar Rp17.714 per liter.
Sementara itu, sejumlah komoditas yang menjadi perhatian karena harganya cukup tinggi antara lain cabai rawit merah yang mencapai Rp74.625 per kilogram, cabai merah keriting Rp46.625 per kilogram, dan bawang merah sekitar Rp44.983 per kilogram. Harga daging sapi juga tercatat berada pada kisaran Rp158.565 per kilogram.
Dari sisi pergerakan harga harian, sebagian komoditas menunjukkan tren yang relatif stabil. Daging ayam tercatat mengalami penurunan sekitar 0,20 persen dibandingkan hari sebelumnya, sedangkan cabai rawit merah mengalami kenaikan sekitar 1,02 persen.
Heni menjelaskan perbedaan harga antar kabupaten dan kota di Kaltim masih cukup terlihat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jalur distribusi, jarak wilayah, hingga ketersediaan pasokan di masing-masing daerah.
Selain itu, jika dibandingkan dengan beberapa provinsi lain seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan, rata-rata harga sejumlah komoditas di Kaltim masih relatif lebih tinggi, terutama pada komoditas cabai dan daging sapi.
Untuk menjaga stabilitas harga di daerah, pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah terus melakukan berbagai langkah pengendalian, di antaranya pemantauan harga secara rutin, penguatan distribusi logistik, serta koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
“Pengendalian inflasi merupakan bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Heni.(*)
Penulis: Devi Mogot





