Hetifah Soroti Tantangan Pendidikan dan Kesehatan Mental Kunci Capai Generasi Emas 2045

Hetifah Sjaifudian, Anggota DPR RI.

Ujarku.co – Dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sebuah workshop bertajuk “Peran Pendidikan dalam Penyiapan SDM Unggul Indonesia Emas 2045” digelar di Hotel Harris Samarinda, Selasa (17/10/2024).

Acara tersebut menghadirkan Hetifah Sjaifudian, Anggota DPR RI, sebagai narasumber utama yang membahas tantangan serta peluang dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Hetifah menyoroti peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi salah satu indikator penting dalam mencapai SDM unggul.

“Kalau kita ingin, rata-rata lama sekolah kita menjadi minimal 12 tahun. Selain itu, angka partisipasi lulusan sekolah menengah pertama (SMP) yang sekarang masih di angka 30 persen, bisa ditingkatkan hingga 60 persen,” ungkapnya.

Namun, Hetifah juga menyadari adanya tantangan yang harus dihadapi. Menurutnya, salah satu masalah yang mendasar adalah ketimpangan antara keterampilan yang dimiliki tenaga kerja dengan yang dibutuhkan oleh dunia industri.

“Meskipun lulusan SMP atau bahkan perguruan tinggi, masih banyak yang menganggur. Hal ini karena kompetensi yang mereka miliki belum sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Selain itu, Hetifah menekankan pentingnya sertifikasi bagi pekerja di berbagai sektor, termasuk sektor konstruksi.

“Pekerja konstruksi saja, tukang-tukang, harus disertifikasi. Kita ini sedang membangun kota yang futuristik, jadi tidak boleh sembarangan,” ujarnya dengan tegas.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat ke depan, khususnya mengenai peran generasi muda dalam menghadapi perubahan teknologi.

“Anak-anak kita saat ini harus dipersiapkan untuk menghadapi dunia yang akan datang, dimana keterampilan teknologi menjadi kunci. Namun, literasi digital juga harus diimbangi dengan pemahaman yang baik, jangan sampai anak-anak kita hanya menjadi pengguna teknologi tanpa mengerti bagaimana menggunakannya secara bijak,” tambahnya.

Selain fokus pada pendidikan, Hetifah juga mengaitkan pentingnya kesehatan mental dalam menciptakan SDM berkualitas. Ia mengungkapkan keprihatinannya terkait prevalensi depresi yang cukup tinggi di beberapa daerah di Indonesia. Khususnya Kaltim.

“Ternyata prevalensi depresi di Kaltim merupakan yang kedua tertinggi di Indonesia. Bagaimana kita bisa membangun SDM unggul jika banyak masyarakat yang masih berjuang dengan masalah kesehatan mental?” tuturnya.

Tak hanya itu, pendidikan yang berkualitas, menurut Hetifah harus melibatkan peran orang tua secara aktif.

“Peran orang tua sangat penting dalam mendukung pendidikan anak. Tidak cukup hanya menyerahkan anak kepada sekolah, tetapi orang tua harus terlibat dalam proses pendidikan di rumah,” ujar Hetifah.

Ia berharap agar kebijakan pendidikan di masa depan dapat lebih memperhatikan aspek pendidikan anak usia dini dan program parenting.

Acara workshop tersebut menjadi ruang diskusi yang hangat dan reflektif, mengajak semua pihak untuk bersama-sama berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan mental generasi muda Indonesia, demi terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang diimpikan.(*)

Penulis: Devi Mogot
Editor: Tirta Wahyuda

Tag Berita

Bagikan

Komentar