Ujarku.co – Ibu Kota Nusantara (IKN) menawarkan wisata khusus pendakian Gunung Parung, yang terletak di Kecamatan Sepaku.
Gunung Parung dengan tinggi 678 meter di atas permukaan laut (MDPL) menjadi puncak tertinggi di sekitar kawasan inti IKN.
Ekowisata pendakian Gunung Parung memberikan pengalaman wisata alam dan budaya secara autentik, inisiatif ini juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal, penciptaan peluang ekonomi baru, serta penguatan peran masyarakat adat dalam pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan.
Paket Authentic Hiking Gunung Parung menawarkan pengalaman pendakian autentik di kawasan Hutan Adat Suku Balik Sepaku yang dikurasi secara imersif.
Wisatawan diajak menikmati keindahan alam sekaligus memahami nilai-nilai budaya lokal melalui aktivitas bermakna, seperti penanaman pohon, sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan identitas budaya masyarakat setempat.
Pada peluncuran perdananya, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, antara lain Bontang, Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara.
Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap konsep wisata berbasis alam dan budaya yang berkelanjutan di kawasan IKN.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis Otorita Ibu Kota Nusantara bertajuk “The Living Museum Story: Voices of The Forest”.
Melalui program ini, Otorita IKN mendorong pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Parung, sebagai pelaku utama pengembangan ekowisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
Melalui Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Otorita IKN memberikan pendampingan intensif dan terstruktur kepada pengelola lokal melalui rangkaian lokakarya terkurasi.
Materi yang diberikan mencakup penguatan storytelling berbasis budaya lokal, pengembangan produk wisata, strategi pemasaran, hingga produksi konten promosi. Sebanyak 10 peserta terpilih mengikuti proses peningkatan kapasitas ini secara intensif.
Hasil dari rangkaian pendampingan tersebut tidak hanya melahirkan paket wisata Authentic Hiking Gunung Parung, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan dan profesionalisme pengelola lokal.
Gunung Parung kini menjadi destinasi wisata pertama di kawasan IKN yang menawarkan pengalaman budaya dan alam secara terpadu dalam konsep Balik Nan Living Museum.
Kehadiran destinasi ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat peran pemandu lokal, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi turunan bagi masyarakat sekitar.
“Program ini merupakan upaya lanjutan dalam mengembangkan pilot project Museum Kehidupan bagi Masyarakat Adat yang terintegrasi dengan konsep pengembangan ekowisata yang inklusif. Lokakarya ini menyasar Pokdarwis Gunung Parung yang selama ini berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan ekosistem alam serta nilai budaya di kawasan tersebut,” ujar Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi.
Ke depan, daya tarik Wisata Gunung Parung masuk dalam prioritas pengembangan pariwisata Nusantara.
“Kami tengah menyusun kajian pemasaran wisata serta paket investasi pariwisata yang ditargetkan rampung pada tahun ini, guna menarik minat wisatawan dan investor sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara,” tegasnya. (*)
Editor: Er Riyadi


