Ini Upaya Disperindagkop-UKM Kaltim Kendalikan Inflasi dan Kondusifitas Selama Ramadan 2024

Heni Purwaningsih, Kepala Disperindagkop-UKM Kaltim diwawancarai usai acara Jumpa Pers di Gedung Diskominfo Kaltim, Jumat (22/3/2024)

Ujarku.co – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kalimantan Timur (Kaltim), Heni Purwaningsih hadir dalam Jumpa Pers di Gedung Diskominfo Kaltim terkait upaya pengendalian inflasi daerah, Jumat (22/3/2024).

Heni menyampaikan, inflasi Kaltim menduduki angka 3,01 persen se-Indonesia di Februari 2024 (year on year). Dilanjut Heni, sesuai arahan Presiden kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi, memantau dan menjaga pasokan serta harga bahan pokok.

“Upaya Kaltim sendiri dalam mengendalikan inflasi menggunakan strategi 4K. Keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, komunikasi efektif, dan ketersediaan pasokan,” ujar Heni.

Keterjangkauan harga, meliputi langkah melakukan penyidakan pasar dan distributor, melakukan gerakan pasar murah, dan operasi pasar untuk memberikan subsidi harga komoditi.

“Komitmen pemerintah melakukan operasi pasar murah di Kabupaten/Kota sudah dilakukan sebanyak 120 kali, di Kaltim sendiri sudah terjadwal dan kami dibantu oleh instansi yang lain diluar pemerintah untuk dilakukannya pasar murah,” jelas Heni.

Strategi selanjutnya adalah melakukan pemantauan kelancaran distribusi khususnya subsidi ongkos angkut penyediaan Bapokting dan pemantauan kuota BBM di SPBU, dan elakukan komunikasi efektif untuk pemantauan ketersediaan pasokan.

“Untuk ketersediaan pasokan kami merencanakan toko penyeimbang, dimana masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan mudah dari toko penyeimbang sebagai alternatif pilihan untuk mendapatkan harga yang lebih murah,” jelas Heni.

Secara historis, komoditas pangan mengalami sedikit kenaikan terhitung dari minggu ke-1 hingga minggu ke-3 Maret 2024, utamanya beras medium, kedelai, telur ayam dan cabe keriting. Sementara per 20 Maret 2024, semua harga komoditas pangan kembali ke harga normal.

“Kenaikan harga ini merupakan peningkatan yang cukup besar namun dalam waktu yang singkat saja sudah kembali normal,” pungkas Heni.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar