Banner Ujarku

Jangan Baper! Kuat-Kuat Mental Lulusan SMK Cari Kerja

Catatan Redaksi

Apa alasan siswa memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai pilihan melanjutkan pendidikan usai lulus dari kursi SMP.

Alasannya dua, ingin lekas bekerja atau disuruh orangtua agar lekas bekerja. SMK memang diyakini bisa menyiapkan siswa untuk dunia kerja. Tidak hanya teori, praktik kejuruan tertentu diajarkan dengan matang di SMK.

Benarkah demikian, mungkin tidak berlaku di Bumi Mahakam.

 

Ujarku.co//

Bujang, lulusan terbaik kedua di sekolahnya, SMK Negeri XXX (mohon maaf disamarkan), padahal, jurusan Listrik bukanlah keinginannya. Lebih-lebih dari dorongan orang tua, agar Bujang tak perlu lama-lama sekolah, lulus SMK sudah bisa langsung kerja.

Bukan main bahagianya Bujang, lulus dengan predikat terbaik kedua se-juruan listrik di SMK-nya. Nilainya hanya selisih tipis dari pemuncak nilai.

Usai lulus dari bangku sekolah, semangat sudah pasti dibenaknya. Dating ke job market sekala segional.

Surat lamaran, ijazah, dan kelengkapan lain sudah rapi didalam amplop. Apa yang Bujang temukan di job market. Nyaris seluruh perusahaan mencari pegawai dengan lulusan S1.

Mungkin kisah Bujang serupa tapi tak sama dengan belasan ribu lulusan SMK lain di Kaltim.

Data itu lah yang disampaikan Muhammad Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, dalam rilisnya.

“Data lulusan SMK ada 19 ribu yang tidak terserap, ini juga harus kita sikapi,” ungkap Kurniawan.

19 ribu lulusan SMK itu banyak loh. Stadion Segiri Samarinda aja cuma mampu memuat 16 ribu penonton.

Belum lagi jumlah pengangguran terbuka di Bumi Mahakam, ibarat grafik melesat, tak terbatas dan melampauinya, begitu kira-kira ucapan Buzz Lightyear.

Data BPS tahun 2021, pengangguran terbuka di Kaltim mencapai 6,83 persen dari sekitar 3,8 juta penduduk. Hitung sendiri berapa jumlahnya, tapi percayalah, itu banyak sekali.

Kembali ke lulusan SMK.

Kenapa belasan ribu lulusan SMK tak tarserap lapangan kerja. Pak Kadisdikbud punya alasa. “Jumlah lapangan pekerjaan belum seimbang dengan jumlah lulusan SMK yang selalu ada tiap tahunnya,” pledoi kepala dinas.

Benar sih pak, lapangan pekerjaan sedikit, Si Bujang saja jadi Wartawan pak, bukan jadi petugas PLN, walaupun jurusan listrik. Bukan berarti juga Si Bujang tugasnya liputan ADV PLN ya pak.

Bapak Kadis mungkin gak butuh saran dan masukan, karena sudah pasti bapak tahu apa yang harus dilakukan.

Benar itu sudah pak, maksimalkan LPS, perbanyak sertifikasi profesi.

Semoga dilaksanakan ya pak, mari kita pegang janji bapak, “Tahun depan penguatan SMK jadi prioritas kami,” janji Pak Kadisdikbud Kaltim.

Saran lain pak, Disdikbud bisa kolaborasi dengan Dissperindagkop dan UKM Kaltim, beri permodalan usaha untuk lulusan SMK. Itu sudah lumayan.

Atau lulusan SMK ditampung di perusda juga boleh. Banyak loh pak Perusda di Kaltim atau 10 kabupaten/kota. Atau dititipkan ke perusahaan tambang di Kaltim, jumlahnya banyak juga.

Jangan cuma bersemangat ambil batu baranya, warganya juga mesti diberdayakan.

Itu aja pak, semoga semoga semoga. (*)

 

Penulis; str/Ujarku.co

Tag Berita

Bagikan

Komentar