Ujarku.co – Data Komisi IV DPRD Kaltim, ditemukan 50 persen sekolah di Bumi Mulawarman mengalami permasalahan lahan.
Padahal Pemprov Kaltim berupaya memaksimalkan pembangunan unit sekolah baru (USB).
“USB ada di Samarinda itu kalau tidak salah 2 USB. Balikpapan 1. Kalau di Paser ada 2. Itu ada SMA dan SMK,” ungkap Salehuddin, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Rabu (11/10/2023).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim berencana untuk menambah ruang belajar bagi siswa.
“Ini sekaligus untuk mengurai permasalahan rumitnya PPDB,” sambungnya.
Dia mengatakan, pihaknya juga menaruh perhatian untuk fasilitas pendidikan di Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu). Ketika ditanya mengapa penambahan USB baru bisa terealisasi sebanyak 5, Salehuddin mengatakan, pembangunan itu tak serta-merta bisa langsung terlaksana.
“Pembangunan itu tidak sekonyong-konyong jadi. Ada usulan, rekomendasi, segala macam. Paling penting itu soal lahan. Contoh, SMK 7 Balikpapan itu lahannya baru clear akhir tahun lalu dan baru sekarang bisa kami dorong,” tegas politisi dari Fraksi Golkar itu.
Dia juga mengatakan, ada beberapa sekolah yang mempunyai masalah terkait lahan. Bahkan belum mempunyai sertifikasi tanah hingga berkonflik dengan masyarakat setempat.
“Nah, hal-hal seperti ini memang banyak kendala. Saya bisa pastikan, 40-50 persen sekolah di Kaltim itu bermasalah dengan lahan,” ujar dia.
Menurutnya, permasalahan tersebut harus bisa segera diurai. Proses komunikasi pun tak cukup jika hanya dengan BPKAF Kaltim, tapi juga mesti melibatkan pihak kabupaten dan kota.
“Gimana kita mau bangun, salah satu syarat usulan pembangunan itu bisa direalisasikan salah satunya ya lahannya clean and clear, harus ada sertifikat,” pungkasnya. (adv/DPRDKaltim)





