Ujarku.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mengakselerasi pembangunan sanitasi permukiman dengan menekankan perubahan tata kelola dan optimalisasi infrastruktur melalui Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).
Sri Wahyuni, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, menjelaskan awal April menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan sanitasi di Kaltim.
“Kita menegaskan kembali komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan sektor perumahan, kawasan permukiman, air minum, serta sanitasi demi meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya ini tidak sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari pelayanan publik yang berdampak langsung terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Pada 2026, program PPSP Kaltim mengusung tema “Mendorong Keberfungsian Infrastruktur Sanitasi serta Transformasi Tata Kelola Menuju Target Akses Sanitasi”.
“Tema ini menjadi momentum untuk memastikan pembangunan sanitasi tidak hanya berorientasi pada target, tetapi juga pada keberlanjutan dan akses yang aman sesuai arah RPJMN 2025-2029,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan sanitasi memiliki dampak luas, tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga terhadap kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Sri Wahyuni menegaskan pencapaian target sanitasi tidak bisa dilakukan dengan cara biasa, melainkan membutuhkan strategi terukur dan kolaborasi lintas sektor.
“Kami juga mengajak seluruh Pokja PKP/AMPL kabupaten/kota untuk mengoptimalkan infrastruktur sanitasi yang sudah ada serta memperkuat koordinasi lintas OPD, sehingga program yang dijalankan benar-benar terintegrasi,” pesannya.
Sementara itu, Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR Kaltim, menyampaikan kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen pimpinan daerah dalam penyelenggaraan sanitasi.
“Ini menjadi langkah awal untuk memastikan adanya komitmen berjenjang dari pimpinan instansi hingga kepala daerah dalam pengelolaan sanitasi di kabupaten/kota,” ujarnya.
Ia menambahkan, forum ini juga mendorong tersusunnya program yang terarah sebagai acuan pelaksanaan kegiatan sanitasi di daerah.
“Selain itu, program yang telah dirancang diharapkan dapat diimplementasikan dalam dokumen strategi sanitasi kabupaten/kota, sehingga mampu mempercepat peningkatan akses sanitasi dan memperbaiki manajemen layanan secara menyeluruh,” pungkasnya.(*)
Penulis: Devi Mogot





