Ujarku.co – Niat mahasiswa untuk menagih komitmen nyata dari legislator Karang Paci menemui jalan buntu setelah gedung wakil rakyat tersebut dilaporkan kosong dari anggota dewan pada Kamis (23/4/2026). Aliansi Rakyat Kalimantan Timur yang datang untuk menyerahkan Pakta Integritas harus tertahan di meja resepsionis dengan alasan para anggota dewan sedang melakukan kunjungan kerja ke Makassar.
Bella Monica, Humas Aliansi Rakyat Kalimantan Timur, mengungkapkan kekecewaannya atas kendala teknis yang dihadapi saat proses penyerahan dokumen tersebut. Meski sempat terjadi tarik ulur informasi, pihaknya akhirnya berhasil menitipkan dokumen resmi tersebut kepada bagian umum sekretariat DPRD Kaltim untuk memastikan tuntutan mereka terdokumentasi secara birokrasi.
“Hari ini kami datang menyerahkan Pakta Integritas, namun ada kendala. Resepsionis bilang tidak ada anggota dewan karena mereka sudah ke Makassar sejak sore kemarin. Padahal kami sudah mengabarkan bahwa Kamis ini akan datang kembali untuk menyerahkan dokumen ini,” ujar Bella Monica.
Dokumen Pakta Integritas yang diserahkan tersebut memuat tiga poin desakan utama. Pertama, menuntut audit total terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur melalui (Kaltim) mekanisme Hak Angket, terutama terkait anggaran renovasi rumah dinas dan pengadaan fasilitas senilai Rp25 miliar yang dinilai boros. Kedua, penghentian praktik KKN yang menyoroti konflik kepentingan dalam pengisian jabatan strategis. Ketiga, mendesak DPRD Kaltim menjalankan fungsi pengawasan secara total terhadap kekuasaan eksekutif.
Bella Monica, menegaskan penyerahan pakta tersebut sudah sah karena telah ditandatangani oleh dua wakil ketua DPRD Kaltim dan perwakilan tujuh fraksi saat aksi unjuk rasa sebelumnya. Dalam pakta tersebut, dewan dinyatakan siap bertanggung jawab secara politik dan moral, serta siap menerima konsekuensi tekanan publik jika mengabaikan komitmen yang telah disepakati.
“Tolong siapa pun yang merasa bahwa dengan menyulitkan kami akan menggoyahkan perjuangan ini, itu tidak akan terjadi. Kami akan terus menekan agar Pakta Integritas ini dilaksanakan dan Hak Angket benar-benar diberikan untuk mengaudit kebijakan yang tidak pro-rakyat,” tegas Bella Monica.
Absennya para wakil rakyat di kantor saat massa datang menagih janji menjadi catatan serius bagi para aktivis. Bella Monica, menambahkan aliansi akan segera melakukan evaluasi dan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk menentukan langkah pergerakan ke depan.
Sikap diam atau menghindar dari pihak legislatif maupun eksekutif dipandang mahasiswa sebagai sinyal untuk memperkuat tekanan massa. Bella Monica, memastikan unjuk rasa yang lebih masif akan kembali terjadi jika poin-poin tuntutan terkait transparansi anggaran dan pemberantasan nepotisme di lingkungan Pemprov Kaltim tidak segera diwujudkan secara nyata.
“Apabila poin tuntutan kami tidak dijalankan atau diwujudkan secara riil, kami akan bergerak lebih masif lagi untuk meminta hak rakyat Kalimantan Timur,” pungkas Bella Monica.(*)
Penulis: Devi Mogot





