Kendalikan Stroke, 4 Puskesmas di Samarinda Ulu Ikuti Uji Coba Photometer

Situasi proses screening uji coba photometer di Aula Kecamatan Samarinda Ulu, Jalan Juanda.

Ujarku.co – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah menetapkan Samarinda menjadi salah 1 dari 10 daerah terpilih untuk melakukan uji coba lokus photometer terhadap pengendalian stroke di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Uji coba tersebut diikuti oleh 90 orang berusia 40 tahun ke atas yang telah terdeteksi hipertensi dan diabetes melitus. Dimana, mereka telah terdaftar di 4 Puskesmas Kecamatan Samarinda Ulu, yaitu Puskesmas Air Putih, Puskesmas Juanda, Puskesmas Pasundan dan Puskesmas Segiri.

Ismid Kosasih, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda menjelaskan pada tahun 2023 Samarinda menjadi penyumbang kasus penderita hipertensi dan diabetes nomor 3 tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim).

Lebih dalam, berdasarkan data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 tercatat 45.235 orang penderita hipertensi dan 4.962 orang penderita diabetes melitus di Samarinda.

“Makanya perlu dilakukan screening menggunakan peralatan photometer untuk menjaring sebanyak mungkin pelayanan kepada penderita hipertensi, untuk menghindari komplikasi dan terjadinya stroke,” jelasnya saat diwawancarai di Aula Kecamatan Samarinda Ulu, Jalan Juanda, Kamis (11/7/2024).

Lebih lanjut ia menjelaskan, peserta akan diambil darahnya untuk mendapatkan hasil dari profil lemak dari HDL kolesterol, LDL kolesterol, Trigliserida dan gula darah.

“Jika hasilnya meningkat, kemungkinan potensi terjadnyai stroke juga besar. Makanya proses screening ini kunci penanganan awal menghindari terjadinya stroke, karena memang mencegah lebih baik daripada mengobati,” tuturnya.

Selain itu, ia menegaskan upaya tersebut untuk memenuhi 12 target Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Samarinda. Salah satunya pelayanan penyakit tidak menular, yaitu hipertensi dan diabetes.

“Target kita 100 persen. Semakin banyak kita menemukan datanya, semakin baik untuk cepat diberikan tindakan yang lebih intensive,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tiersa Vera Junita, Ketua Tim Kerja Gangguan Otak di Tektorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI menjelaskan upaya tersebut selaras dengan staregi Kemeskes RI untuk melakukan screening minimal 1 tahun sekali bagi penyandang hipertensi dan diabetes.

“Sasarannya memang 90 persen penduduk usia 40 tahun ke atas. Khususnya di Samarinda menjadi salah satu kota yang sasaran usia 40 tahun ke atasnya tinggi di Indonesia, makanya menjadi lokus kegiatan kami,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan stroke dapat dicegah dengan mengendalikan hipertensi dan diabetes yang mampu ditangani oleh Puskesmas atau FKTP.

“Dengan uji coba lukus ini, harapan kami Dinas Kesehatan Samarinda dapat memperluas kegiatan ini ke seluruh Puskesma. Terutama untuk Provinsi Kalimantan Timur, juga akan memperluas upaya ini ke seluruh kabupaten dan kota lainnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Mogot

Editor: Tirta Wahyuda

Tag Berita

Bagikan

Komentar