Ujarku.co – Dinamika dukungan politik di lingkaran Istana semakin solid setelah Ketua Umum (Ketum) relawan Projo, Budi Arie Setiadi secara tegas menyatakan keinginannya untuk segera bergabung dengan Partai Gerindra, partai yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan mengejutkan ini dilontarkan Budi Arie menyusul rampungnya Kongres III Projo pada akhir pekan lalu. Ia bahkan mengklaim bahwa langkah besar ini diambil karena adanya perintah langsung dari Presiden.
“Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Enggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum,” ujar Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Budi Arie menjelaskan bahwa motivasi utama keputusannya adalah untuk memperkuat dan mendukung seluruh agenda politik Presiden Prabowo agar program-program pro-rakyat bisa berjalan lebih efektif dan terintegrasi dengan baik.
Rencana Budi Arie ini pun disambut hangat oleh Gerindra. Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa partainya menganut prinsip terbuka dan menyambut baik tokoh manapun yang berkeinginan untuk memperkuat barisan partai.
“Pada prinsipnya Partai Gerindra itu partai terbuka. Partai yang menerima keanggotaan dari mana saja. Apalagi seorang Budi Arie. Yang penting satu, sudah berumur 17 tahun ke atas, atau sudah menikah. Yang kedua dia WNI,” kata Ahmad Muzani, Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/11/2025), sekaligus memastikan bahwa Budi Arie telah memenuhi semua persyaratan keanggotaan.
Sementara itu, manuver politik ini dilihat oleh pengamat sebagai langkah strategis yang didorong oleh kalkulasi politik yang matang. “Dari sisi politik, terhitung tepat bergabung ke Gerindra, selain partai penguasa, juga ada jaminan Gerindra menjaga karir kekuasaan Budi Arie. Sementara PSI, masih belum ada jaminan apapun,” jelas Dedi Kurnia Syah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), saat dihubungi pada Minggu (2/11/2025).
Dedi menambahkan, keputusan ini juga memperlihatkan tren politik relawan yang kini beralih mendukung penuh poros kekuasaan baru.(redaksi)


