Ujarku.co – Muhammad Novan Syahronie Pasie, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda memberikan tanggapan terkait penundaan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru program Sekolah Rakyat. Komisi IV mengonfirmasi agenda pengenalan lingkungan sekolah tersebut terpaksa diundur selama dua minggu lantaran pengerjaan fasilitas fisik penunjang, termasuk sarana asrama, belum rampung sepenuhnya.
Meskipun kegiatan MPLS bagi siswa baru harus mengalami penyesuaian jadwal, Komisi IV memastika proses belajar mengajar bagi peserta didik tingkat atas tetap berjalan agar tidak mengganggu kalender pendidikan.
“Sekolah Rakyat ini memang memiliki karakteristik yang berbeda dibanding sekolah reguler karena berbasis asrama dan memiliki fasilitas penunjang khusus. Karena pengerjaan pembangunan fasilitas fisiknya belum selesai tepat waktu, otomatis pelaksanaan MPLS untuk siswa baru agak tertunda sekitar dua minggu. Namun untuk kegiatan belajar mengajar siswa kelas dua atau tingkat di atasnya tetap berlanjut seperti biasa,” kata Muhammad Novan Syahronie Pasie, Senin (20/7/2026).
Novan menegaskan Komisi IV DPRD Samarinda berencana turun langsung ke lapangan guna melakukan peninjauan terhadap kesiapan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat tersebut. Peninjauan ini juga bertujuan untuk memastikan penerimaan murid baru benar-benar tepat sasaran dan menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera yang berada pada desil satu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Pihak Komisi IV berharap instansi teknis terkait dapat mempercepat penyelesaian infrastruktur fisik sekolah agar hak anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak dapat segera terpenuhi tanpa hambatan fasilitas.
“Kami dari Komisi IV akan melakukan tinjauan lapangan secara bertahap untuk melihat langsung kondisi fasilitasnya. Selain memastikan fisik bangunan siap digunakan, kami juga ingin mensinkronkan data penerima manfaat di tingkat sekolah dasar agar benar-benar didominasi oleh anak-anak dari desil satu di wilayah Samarinda. Kami mendorong agar pembangunan ini segera dituntaskan agar proses transisi sekolah berjalan optimal,” pungkas Novan. (ADV)





