Konektivitas Hulu Mahakam Dikebut, Seno Aji Tegaskan Jalan Tering-Ujoh Bilang Jadi Prioritas Strategis

Seno Aji, Wakil Gubernur Kaltim saat melakukan peninjauan ke Mahakam Ulu

Ujarku.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya dalam membuka keterisolasian wilayah pedalaman melalui percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Salah satu proyek yang kini mendapat perhatian serius adalah ruas Tering, Kutai Barat menuju Ujoh Bilang di Mahakam Ulu yang dinilai vital bagi konektivitas kawasan hulu Mahakam.

Seno Aji, Wakil Gubernur Kaltim, melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan progres pembangunan berjalan di lapangan. Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat secara nyata kondisi akses transportasi di wilayah perbatasan dan pedalaman.

Dalam keterangannya, Seno Aji mengungkapkan ruas jalan Tering-Ujoh Bilang memiliki panjang sekitar 136 kilometer. Ia menyebut, hasil pemantauan menunjukkan sebagian jalur sudah dalam kondisi cukup baik dan dapat dilalui kendaraan.

“Kondisi jalan dari Tering sampai kilometer 41 cukup baik dan sudah bisa dilewati. Ini tentu akan terus berproses,” kata Seno Aji.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pekerjaan masih harus terus dilanjutkan agar konektivitas antarwilayah benar-benar terwujud secara menyeluruh hingga ke Mahakam Ulu.

“Ruas ini sangat penting untuk membuka akses ke Mahakam Ulu. Kita ingin konektivitas ini benar-benar terbangun agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik semakin lancar,” tegasnya.

Seno juga menekankan pembangunan jalan tersebut tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar pengerjaan dapat berjalan lebih cepat dan terarah.

Pembagian tugas pun telah dilakukan, di mana penanganan pada kilometer 0 hingga kilometer 10 dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara itu, ruas kilometer 11 hingga kilometer 41 ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur.

Melalui sinergi lintas pemerintah ini, pembangunan jalan di wilayah pedalaman diharapkan tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru serta memperkuat keterhubungan antar wilayah di Katim.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar