Kukar Serahkan Piala Bergilir MTQ Kaltim, Target Juara Umum ke-7

Asisten I Setkab Kutai Kartanegara, Akhmad Taufik Hidayat, menyerahkan Piala Bergilir MTQ kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud

Ujarku.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi menyerahkan Piala Bergilir Musabaqah Tilawatil Qur’an ke‑45 (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan diperebutkan kembali dalam ajang tahun 2025 mendatang. Penyerahan dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar sekaligus Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, kepada Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, pada puncak Malam Ta’aruf di Ruang Akasia, Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim).

Dalam kesempatan tersebut, Kukar menegaskan komitmennya untuk mempertahankan predikat juara umum yang telah diraih enam kali secara berturut-turut. “Insyaallah, kafilah Kukar bisa kembali meraih Juara Umum yang ketujuh,” ujar Taufik penuh optimisme.

Acara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kaltim dan seluruh pimpinan LPTQ kabupaten/kota ini bukan hanya formalitas, melainkan menjadi momentum mempererat silaturahmi antar-kafilah sekaligus memunculkan semangat kompetisi yang sehat dan berkah dalam bingkai keagamaan.

Lebih jauh, Taufik menekankan bahwa pencapaian gelar juara umum bukan hanya soal prestasi lomba melainkan wujud nyata dari pembinaan tilawah yang konsisten, penguatan talenta lokal, dan kolaborasi seluruh pihak — mulai dari masyarakat, keluarga, hingga lembaga keagamaan dan pemerintah daerah.

Dengan penyerahan piala bergilir ini, Kukar secara simbolis mengembalikan “hak” perebutan bagi semua kabupaten/kota di Kaltim, namun sekaligus memproyeksikan diri sebagai salah satu kontestan kuat yang akan kembali berpacu memenangkan gelar tertinggi.

Pemkab Kukar melalui LPTQ dan Dinas terkait telah mempersiapkan skema pembinaan sejak dini — dari tingkat kecamatan sampai kabupaten, termasuk program mini-tilawah, pendampingan mental kafilah, hingga penguatan basis talenta melalui binaan santri di pondok pesantren.

Dengan semangat ini, Kukar berharap bahwa generasi Qur’ani yang lahir dari kompetisi MTQ akan menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul di panggung tilawah, tapi juga berkontribusi pada pembangunan karakter dan kemajuan sosial keagamaan di daerah. adv

Tag Berita

Bagikan

Komentar