Layangkan Progres Listrik Pasar Pagi ke Sekda, Nurrahmani Akui Belum Bahas Wacana Tambahan Eskalator

Nurrahmani, Kepala Disdag Samarinda

Ujarku.co – Misteri belum diresmikannya gedung baru Pasar Pagi Samarinda meski pengerjaan fisiknya diklaim telah selesai akhirnya mulai terkuak. Fasilitas pusat perbelanjaan tradisional tersebut rupanya masih menyisakan kendala teknis yang cukup serius, terutama terkait pemenuhan pasokan daya listrik utama untuk operasional pedagang.

Nurrahmani, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, mengungkapkan jajarannya bergerak cepat untuk menyelesaikan hambatan fasilitas ini dengan menjadwalkan pertemuan khusus bersama Sekkot Samarinda dan pihak PLN. Pertemuan tersebut bertujuan mencari jalan keluar dan merumuskan standard operating procedure atau SOP pembagian beban listrik di dalam pasar.

“Nanti kami diskusilah dengan Dewan kan bagaimana baiknya nanti dengan pemerintah kota lebih lanjut, dengan PLN, dengan Bu Sekda. Besok saya akan bertemu Bu Sekda untuk membicarakan itu. Pokoknya SOP-nya tetap, rumusannya aja mungkin yang perlu diputuskan bersama,” ujar Nurrahmani, Selasa (23/6/2026).

Selain masalah pelik pasokan setrum, koordinasi internal di lingkungan Pemkot Samarinda juga tampaknya belum satu suara mengenai penambahan fasilitas penunjang di dalam pasar. Nurrahmani secara blak-blakan mengaku belum pernah diajak bicara atau dilibatkan oleh dinas teknis terkait wacana penambahan fasilitas eskalator baru yang sempat dilontarkan oleh jajaran asisten sekretariat daerah beberapa hari lalu.

“Bisa jadi, tapi belum dibicarakan lebih lanjut dengan Dinas Perdagangan,” kata Nurrahmani.

Ia menambahkan, urusan anggaran penanganan sisa fasilitas termasuk pembuatan sistem pelindung tampias hujan sepenuhnya berada di bawah kendali Dinas PUPR Samarinda. Disdag hanya memberikan masukan dari sisi kesesuaian desain dan dampak kenyamanan bagi para pedagang yang akan menempati kios.

Mengenai kepastian tanggal peresmian Pasar Pagi yang terus dipertanyakan publik, Nurrahmani menegaskan otoritas penuh berada di tangan Wali Kota. Pihaknya hanya fokus memastikan seluruh instrumen kelayakan fasilitas di dalam gedung bisa berfungsi optimal sebelum dilepas ke pedagang.

“Saya enggak bisa cerita tentang peresmian, itu ke Pak Wali saja nanti. Terserah Pak Wali seperti apa. Kami tidak bisa menyatakan penuh dulu Pak Wali meresmikan atau apa, Pak Wali itu yang punya komitmen atau pernyataan kapan beliau mau meresmikan,” pungkas Nurrahmani.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar