Mengenal Ritual Mag’Jamu Suku Bajau Pulau Derawan, Upacara Usir Bala Lewat Larung Perahu Kuning

Prosesi Bekpakan Lahat oleh para nelayan Suku Bajau

Ujarku.co – Matahari baru saja menyingsing, naik sedikit dari permukaan laut arah mata angin timur.

Suasana pagi itu sedikit berbeda dari hari biasanya, puluhan nelayan nampak berkumpul di pesisir Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Berau.

Mereka (para nelayan) tampak beriringan, mengawal sebuah miniatur perahu layar berwarna kuning yang perlahan bergerak menuju laut lepas.

Seiringan dengan itu, lantunan doa-doa mengalun mengiringi dilabuhnya perahu kuning itu.

Momen sakral ini jadi puncak tradisi adat Suku Bajau, bernama Mag’Jamu.

Mag’Jamu bukan sekadar ritual adat biasa.

Mag’Jamu merupa perwujudan rasa syukur dan doa bersama masyarakat Bajau, sebuah upacara turun-temurun yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

 

 

Bagi masyarakat Bajau, laut bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang spiritual yang menyatu dengan kehidupan mereka.

Di laut, mereka memohon berkah, keselamatan, dan keseimbangan antara manusia dan alam.

Pelaksanaan Mag’Jamu berlangsung selama tiga hari penuh dan diikuti oleh seluruh warga kampung.

Hari pertama diawali dengan tahap persiapan, di mana masyarakat bersama tokoh adat dan pemuka kampung menyiapkan perlengkapan upacara, termasuk miniatur perahu, sesaji, dan peralatan ritual.

 

 

Malam kedua menjadi saat yang paling khusyuk dengan digelarnya ritual utasan – sebuah tradisi pengobatan dan doa bersama.

Dalam ritual ini, masyarakat Bajau memanjatkan doa untuk mengusir penyakit dan bala, serta memohon kesehatan dan keselamatan.

Suara doa yang bergema di antara dentuman ombak menciptakan suasana haru dan kebersamaan yang kuat.

Puncak acara jatuh pada hari ketiga dengan prosesi Bekpakan Lahat, yakni pelarungan miniatur perahu ke laut.

 

 

Miniatur perahu yang dibuat dengan ketelitian tinggi ini melambangkan kampung dan kehidupan masyarakat.

Saat perahu kuning itu dilarung, warga percaya bahwa segala kesialan dan penyakit ikut terbawa ke laut lepas, memberi ruang bagi harapan baru dan keberkahan bagi kampung mereka. (*)

 

Editor: Er Riyadi

Tag Berita

Bagikan

Komentar