Ujarku.co – Musyawarah Daerah V Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kukar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) digelar dengan tema “Penguatan Fondasi Transformasi Organisasi DWP Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara ini menjadi titik penting sebagai ruang konsolidasi, regenerasi, dan inovasi bagi organisasi perempuan di daerah.
Ahyani Fadianur Diani, Asisten II Setkab Kukar yang membuka acara, menyampaikan bahwa perempuan merupakan fondasi keluarga dan keluarga adalah pondasi bangsa. Ia menekankan bahwa Musda ini harus menghasilkan pemimpin perempuan yang tangguh, cerdas, dan berintegritas serta program-program yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 61 persen perempuan di Kukar telah menempuh pendidikan menengah ke atas, menunjukkan potensi besar yang bisa dikembangkan lebih lanjut melalui DWP. Melihat kondisi ini, DWP dituntut untuk memperluas peran sosial, pendidikan anak, pemberdayaan perempuan, dan ketahanan keluarga di setiap kecamatan.
Ahyani menambahkan bahwa transformasi organisasi tidak hanya soal struktur, tetapi juga bagaimana DWP mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, membangun sistem komunikasi yang efektif, dan menjalankan program secara inklusif dan berkelanjutan. Kepemimpinan yang partisipatif serta kolaborasi lintas stakeholder dianggap keharusan.
Dalam forum Musda, DWP dibuka panggung untuk introspeksi — menilai capaian lima tahun ke belakang, serta merumuskan arah dan strategi ke depan. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar program kerja DWP benar-benar menyentuh akar masyarakat dan memberi manfaat nyata.
Pengurus dari 20 kecamatan dan instansi terkait dihadirkan agar dapat menyepakati langkah strategis bersama. Diharapkan Musda ini bukan hanya seremonial, melainkan titik awal penguatan organisasi sehingga peran DWP dapat lebih optimal dalam mendukung pembangunan daerah.
Dengan komitmen baru, DWP Kukar optimistis bahwa ke depan akan semakin banyak perempuan yang mampu memimpin perubahan dan berkontribusi dalam pembangunan lokal. Organisasi ini diharapkan menjadi motor pemberdayaan keluarga, pendidikan, dan ekonomi sehingga mendukung visi regional maupun nasional menuju Indonesia Emas 2045. adv


