Nataru di Kaltim: Harga Cabai dan Bawang Naik, namun Pasokan Pangan Tidak Terganggu

Pasar Tradisional (Pinterest)

Ujarku.co – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas hortikultura. Hal tersebut disampaikan Siti Farisyah Yana, Kepala DPTPH Kaltim, dalam konferensi pers di Tuang WIEK, Kantor Diskominfo Kaltim, Jumat (12/12/2025).

Berdasarkan pemantauan minggu pertama Desember 2025, stok pangan di Kaltim dinilai dalam kondisi stabil. Kebutuhan pangan tahun 2025 meliputi beras 390.771 ton, kedelai 46.740 ton, bawang merah 13.866 ton, bawang putih 11.629 ton, cabai besar 5.408 ton, cabai rawit 14.899 ton, daging sapi 12.342 ton, daging ayam ras 102.984 ton, telur ayam ras 60.738 ton, dan minyak goreng 91.057 ton.

“Biasanya menjelang tutup tahun, pasokan sering tarik-menarik dan berdampak pada harga. Tapi kali ini situasinya cukup terkendali,” kata Yana.

Siti Farisyah Yana, Kepala DPTPH Kaltim

Namun, harga sejumlah komoditas mengalami fluktuasi.

“Ada sedikit kenaikan, seperti cabai rawit ada peningkatan,” ujar Yana.

Harga cabai rawit merah naik dari Rp50.100/kg pada 1 Desember menjadi Rp74.200/kg pada 11 Desember 2025. Cabai merah keriting meningkat dari Rp54.400/kg menjadi Rp62.300/kg, cabai merah besar dari Rp61.800/kg menjadi Rp63.000/kg, dan bawang merah dari Rp45.900/kg menjadi Rp55.000/kg.

Sebaliknya, harga bawang putih turun tipis dari Rp39.900/kg menjadi Rp39.600/kg.

Yana memastikan komoditas pangan pokok lainnya masih relatif stabil dengan pasokan aman.

Ia menyebut curah hujan tinggi sebagai faktor utama pemicu kenaikan harga hortikultura.

“Cuaca ekstrem memengaruhi masa petik cabai, bawang, dan produksi lainnya,” kata Yana.

Ali Wardana, Kepala Bidang Perdagangan Data DPPKUKM Kaltim

Ditambahkan oleh Ali Wardana, Kepala Bidang Perdagangan Data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM (DPPKUKM) Kaltim, jika tren harga terus naik tanpa penurunan, Pemprov Kaltim melakukan intervensi melalui strategi pemantauan harian melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

“Salah satu langkah konkretnya adalah pasar murah. Kemungkinan hingga akhir Desember 2025 Gerakan Pangan Murah pasti dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Kaltim,” pungkasnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar