NPCI Kaltim Sukses Bina Atlet Disabilitas, Raih 38 Medali di PEPERNAS XVII

Foto bersama Atlet Disabilitas Kaltim yang berhasil membawa pulang medali di PEPERNAS XVII

Ujarku.co – Dalam sebuah jumpa pers yang berlangsung di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (25/10/2024).

Suharyanto, Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kaltim. Ia mengungkapkan prestasi gemilang para atlet disabilitas Kaltim di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (PEPERNAS) XVII yang diadakan di Solo. Kaltim berhasil meraih total 38 medali, terdiri dari 7 medali emas, 13 medali perak, dan 18 medali perunggu, serta menempati posisi 13 besar nasional.

Suharyanto menjelaskan kategori difabel dalam Paralimpiade yang meliputi:

1. Amputasi: Atlet yang kehilangan sebagian atau seluruh anggota tubuh.
2. Kursi Roda: Atlet yang mengalami cacat saraf tulang belakang dan cacat lainnya, memerlukan kursi roda untuk bertanding. Mereka harus kehilangan minimal 20% dari fungsi kaki.
3. Les Autres: Atlet yang mengalami cacat mobilitas atau kehilangan fungsi fisik lainnya yang tidak termasuk dalam kategori yang ada.
4. Cerebral Palsy: Atlet dengan gangguan yang mempengaruhi otot, gerakan, dan koordinasi.
5. Cacat Penglihatan: Atlet dengan penglihatan sebagian hingga buta total.

Mengenai proses pembinaan, Suharyanto menjelaskan bahwa NPCI Kaltim menerapkan program pelatihan yang sistematis.

“Kami melaksanakan pembinaan di masing-masing kabupaten dan kota setiap tahun, dengan jadwal latihan yang teratur. Para atlet tidak hanya dilatih untuk bertanding, tetapi juga diberi pemahaman tentang pentingnya menjaga postur dan kebugaran,” jelasnya.

Dia menekankan saat ini olahraga bagi atlet disabilitas bukan lagi sekadar rekreasi, melainkan olahraga prestasi yang dihargai oleh pemerintah.

“Kita harus mendorong para atlet untuk selalu berprestasi. Olahraga ini adalah tentang pencapaian yang nyata,” ungkapnya.

Suharyanto juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam pembinaan.

“Kami mengidentifikasi bahwa ada kesulitan dalam menemukan atlet dengan potensi yang tepat. Kami berusaha mencari dan mengintegrasikan mereka ke dalam program yang sesuai,” katanya.

AA Bagus Sugiarta, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, sangat mengapresiasi para atlet disabilitas di Kaltim.

“Kami tidak membedakan antara atlet disabilitas dan non-disabilitas. Semua memiliki hak yang sama untuk berprestasi dan mendapatkan pembinaan yang optimal,” tutur Bagus.

Saat ini, Dispora Kaltim mencatat sekitar 300 atlet disabilitas yang tergabung dalam NPCI Kaltim, yang menunjukkan potensi besar bagi prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional.

“Alhamdulillah, Kaltim berhasil meningkatkan peringkatnya di PEPARNAS. Ini adalah bukti bahwa pembinaan yang kami lakukan berjalan dengan baik. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami berharap prestasi atlet disabilitas Kaltim akan semakin gemilang dan mengharumkan nama Kalimantan Timur,” tambah Bagus.

Melalui upaya dan dukungan yang kuat, diharapkan prestasi para atlet disabilitas Kaltim akan terus meningkat dan mengharumkan nama Benua Etam di ajang olahraga nasional dan internasional.(*)

Penulis: Devi Mogot
Editor: Tirta Wahyuda

Tag Berita

Bagikan

Komentar