Ujarku.co – Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tuan rumah pelaksanaan Monitoring Evaluasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) tingkat Provinsi Kaltim.
Otorita IKN memastikan turut berkomitmen dalam mempercepat penurunan stunting di Kalimantan Timur.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengukur capaian program, memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan, serta memberikan apresiasi kepada para mitra yang berkontribusi dalam penanggulangan stunting.
Agenda yang diinisiasi oleh BKKBN Perwakilan Kalimantan Timur ini dihadiri 150 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kalimantan Timur, Tenaga Pelaksana Gizi (TPG), hingga mitra kerja swasta.
Kehadiran beragam pemangku kepentingan ini menunjukkan semakin kuatnya kolaborasi dalam menurunkan angka stunting sebagai bagian dari komitmen daerah menuju generasi yang lebih sehat dan produktif.
Saat ini Pemprov Kaltim dan Otorita IKN telah membentuk Task Force khusus untuk pencegahan dan penurunan stunting di wilayah delineasi IKN.
Sebanyak 3.000 sasaran telah ditetapkan untuk mendapatkan edukasi terkait nutrisi dan akses air bersih, dua aspek penting yang menjadi fondasi kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan target percepatan penurunan stunting sebelum IKN ditetapkan sebagai ibu kota politik pada 2028.
“Kita harus lebih cepat menurunkan stunting sebelum tahun 2028 IKN menjadi ibu kota politik. Stunting is a must harus kita turunkan. Tahun depan saya pastikan Otorita IKN akan membuat program yang masif untuk penurunan stunting di IKN,” kata Basuki Hadimuljono.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, Nurizky Permanajati, menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam upaya menurunkan angka stunting yang saat ini masih berada di angka 22 persen di Kalimantan Timur, lebih tinggi dari angka nasional 19 persen.
“Dibutuhkan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media untuk mencapai target penurunan stunting,” ujar Nurizky.
Dalam rangkaian kegiatan ini juga ditandatangani berita acara serah terima data keluarga beresiko stunting oleh Otorita IKN dan perwakilan BKKBN.
Melalui kegiatan ini, Otorita IKN bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan seluruh mitra menegaskan komitmen bersama bahwa percepatan penurunan stunting merupakan fondasi penting bagi lahirnya generasi IKN yang sehat, unggul, dan siap menyongsong peradaban baru Indonesia.
“Sinergi lintas sektor yang terus diperkuat menjadi kunci dalam mencapai target penurunan stunting menjelang 2028,” tegasnya. (*)
Editor: Er Riyadi





