Ujarku.co – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyelenggarakan workshop pencegahan HIV/AIDS guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan sejak dini serta penghapusan stigma terhadap penderita HIV/AIDS.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Otorita IKN dalam menghadirkan ruang pembelajaran terbuka bagi masyarakat untuk berdiskusi langsung dengan tenaga medis mengenai isu kesehatan, khususnya penyakit menular.
Acara menghadirkan dua narasumber ahli di bidang kesehatan, dr. Pratono, M.Epid. dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan dr Jumria T. Panggalo, Sp.PD. dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sepaku.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menekankan pentingnya kesadaran kolektif terhadap bahaya penyakit menular seperti HIV/AIDS.
“Meskipun Otorita IKN tidak hanya berfokus pada edukasi masalah kesehatan HIV/AIDS, penyakit ini merupakan salah satu yang perlu kita waspadai. Karena itu, baik masyarakat maupun pemerintah harus memahami pentingnya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit menular,” ujar Suwito.
Senada dengan hal tersebut, dr Pratono mengungkapkan Indonesia saat ini menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah orang yang hidup dengan HIV (ODHIV).
“Dengan posisi Indonesia di peringkat ke-14, penting bagi kita untuk memperkuat sistem pengendalian HIV/AIDS, termasuk melalui proses _screening_ kesehatan yang dapat dilakukan dengan dukungan lembaga seperti Palang Merah Indonesia (PMI),” terang dr. Pratono.
Dalam paparannya, dr Jumria menggambarkan fenomena HIV/AIDS layaknya gunung es. Kasus yang terlihat hanyalah sebagian kecil dari yang tersembunyi di bawah permukaan.
“Kalau saya mengibaratkan penyakit menular ini seperti gunung es. “Banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah membawa virus ini. Apalagi biasanya, hal ini terjadi pada fase-fase awal penyebaran virus ke dalam tubuh,” tutur dr Jumria.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Otorita IKN untuk membangun Nusantara sebagai kota yang tidak hanya cerdas dan hijau, tetapi juga sehat dan tangguh secara sosial. (*)
Editor: Er Riyadi


