Ujarku.co – Rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-30 yang berlangsung di Kalimantan Timur (Kaltim) terus bergulir, kali ini telah dibuka Pameran Halal Food dan Kaligrafi Internasional di Convention Hall Samarinda, Minggu sore (8/9/2024)
Dalam pameran tersebut, terdapat 200 lebih peserta pameran mulai dari lokal hingga luar daerah, lebih dari 70 booth kuliner halal, dan 30 lebih booth se-Indonesia yang menampilkan beragam produk unggulan UMKM masing-masing daerah.
Sementara untuk Pameran Kaligrafi Internasional, pameran tersebut menjadi yang pertama di dunia. Diikuti lebih dari 36 negara dan 50 tamu negara.
Sri Wahyuni, Sekretaris Daerah Kaltim, mengungkapkan harapannya agar momentum tersebut tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga membangun ukhuwah Islamiyah, baik di tingkat nusantara maupun internasional.
“Pameran ini diharapkan dapat memanfaatkan momentum untuk mempererat persaudaraan antarbangsa, termasuk dengan delegasi dari Malaysia dan seniman dari 36 negara yang turut serta. Selain itu, kami juga ingin pameran ini memberikan manfaat ekonomi dan menjadi bagian dari lima sukses yang ingin dicapai dalam MTQ kali ini,” tutur Sri Wahyuni.
Menurutnya, sukses tersebut meliputi penyelenggaraan yang lancar, prestasi, ukhuwah Islamiyah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pencapaian tema MTQ secara keseluruhan.
Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Ali Ramdhani, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara tersebut.
Tak luput ia menekankan pentingnya pameran dalam menghadirkan ruang kehidupan ekonomi melalui UMKM dari berbagai daerah.
“Pameran ini tidak hanya menawarkan seni dan ajaran Al-Quran, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mendukung ekonomi lokal melalui produk halal dan kerajinan khas seperti peci Samarinda,” ujarnya.
“Kegiatan ini memungkinkan kita menikmati produk halal yang berkualitas sambil menjelajahi seni yang mendalam, serta bagaimana seni bisa menyampaikan keindahan ajaran Al-Quran,” tambahnya.
Ia juga menyarankan kepada pengunjung untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan membeli produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi daerah.
“Rasanya berdosa kalau kita pulang tidak memborong ketika sudah datang ke Samarinda dan ke Kalimantan Timur kalau tidak bawa sarung dan peci khas Samarinda,” tuturnya.
Pameran yang berlangsung seiring dengan MTQ Nasional ke-30 tersebut diharapkan akan menjadi momentum bersejarah dan berkelanjutan untuk Kaltim.(*)
Penulis: Devi Mogot





