Ujarku.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendapat aduan serius dari orang tua siswa terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam penjualan buku penunjang pembelajaran di 30 sekolah.
Ridwan Tassa, Asisten I Sekkot Samarinda, mengonfirmasi pihaknya telah mengantongi bukti yang cukup, termasuk tangkapan layar percakapan grup WhatsApp dari beberapa sekolah terkait.
“Dari bukti-bukti yang ada, kami akan meninjau dan mendatangi sekolah-sekolah terkait untuk memverifikasi kebenarannya,” ujar Ridwan pada, Senin (5/8/2024).
Langkah tegas akan dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memastikan tidak ada lagi praktik pungli yang merugikan warga, khususnya orang tua siswa.
“Kami masih terus melakukan penelusuran. Secepatnya kami akan menyelesaikan proses ini bersama Inspektorat, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk memeriksa sekolah-sekolah yang diduga terlibat,” ungkapnya.
Upaya lain yang direncanakan adalah mengadakan pertemuan dengan para kepala sekolah guna mendengarkan situasi terkini di lapangan dan memastikan transparansi.
Pemkot Samarinda juga berencana untuk melakukan pengadaan buku penunjang sendiri agar tidak terjadi lagi kejadian serupa di masa mendatang.
“Pada Jumat mendatang, kami akan menggelar rapat untuk memutuskan langkah selanjutnya. Pemerintah akan menyediakan buku penunjang yang dianggarkan pada tahun 2025,” tambahnya.
Ridwan berharap, langkah-langkah tersebut dapat segera memberikan solusi, sehingga proses belajar mengajar di sekolah tidak terganggu lagi oleh praktik pungli yang merugikan.
“Kondisi ini tidak boleh mengganggu proses belajar mengajar. Kami harus bertindak cepat,” pungkasnya.(*).
Penulis: Devi Mogot
Editor: Tirta Wahyuda





