Pemkot Samarinda Soroti Transparansi Kredit Macet Bankaltimtara Pasca RUPS

Wali Kota Samarinda, Andi Harun

Ujarku.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyoroti dugaan kurangnya transparansi dalam penyampaian data kredit bermasalah di internal Bankaltimtara, usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Rabu (22/4).

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pihaknya belum memperoleh penjelasan rinci terkait total kredit macet yang menjadi salah satu isu krusial dalam forum tersebut. Padahal, sebagai pemegang saham, meskipun minoritas, Pemkot Samarinda memiliki hak untuk mengetahui kondisi riil keuangan bank.

“Informasi mengenai jumlah kredit macet tidak disampaikan secara terbuka. Kami justru meyakini angkanya lebih besar dari yang selama ini diketahui publik,” ujar Andi Harun, Kamis (30/4).

Ia mengacu pada temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2024 yang mencatat kredit macet Bankaltimtara mencapai Rp1,1 triliun. Namun demikian, Pemkot menduga masih terdapat potensi kredit bermasalah lain yang belum terungkap, termasuk kemungkinan pergeseran pencatatan dari neraca ke administrasi.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap tata kelola perusahaan, terutama mengingat Bankaltimtara merupakan bank pembangunan daerah yang mengelola dana publik.

“Kami ingin memastikan apakah ada tambahan kredit macet yang tidak tercermin secara jelas dalam laporan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Harun menyampaikan bahwa sejumlah pertanyaan yang diajukan pihaknya dalam forum RUPS tidak mendapatkan jawaban yang memadai. Ia menilai hal ini bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang menjamin hak pemegang saham untuk memperoleh penjelasan lengkap.

“Jika informasi mendasar seperti ini tidak dibuka, tentu menimbulkan pertanyaan besar,” katanya.

Pemkot Samarinda pun memastikan akan menempuh langkah lanjutan melalui mekanisme hukum yang tersedia guna memperoleh data yang dibutuhkan. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan kondisi kesehatan bank serta menjaga stabilitas dan kepercayaan nasabah.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Bankaltimtara belum memberikan keterangan resmi terkait isu tersebut.

Tag Berita

Bagikan

Komentar