Pemprov Kaltim Jor-joran Rp400 Miliar untuk Jalan, Proyek RS Korpri yang Mangkrak Mulai Dihidupkan

Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim

Ujarku.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) tancap gas menggeber sejumlah proyek infrastruktur skala besar. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) anggaran fantastis senilai Rp400 miliar resmi dialokasikan khusus untuk membiayai pembangunan, peningkatan mutu jalan, serta penanganan titik longsor yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Alokasi jumbo untuk sektor konektivitas tersebut memakan porsi separuh dari total belanja pekerjaan umum daerah yang menyentuh angka Rp800 miliar. Beberapa proyek jalan trans-daerah yang kini dikebut di antaranya adalah ruas Sotek-Bongan dan Tanjung Redeb-Talisayan.

“Kalau jalan sekitar Rp 400 miliar. Karena total anggaran untuk PU kan tahun ini kurang lebih Rp 800 miliar,” ungkap Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim.

Aji Muhammad Fitra Firnanda menjelaskan, intervensi anggaran ratusan miliar tersebut juga difokuskan untuk menjinakkan sejumlah titik longsor krusial yang selama ini mengganggu mobilitas logistik masyarakat. Titik-titik rawan tersebut berada di kawasan urban Samarinda, jalur Sanga-Sanga Dondang, hingga koridor penghubung Kutai Timur-Berau.

Di luar urusan semen dan aspal jalan, pemprov juga mulai menghidupkan kembali mega proyek pembangunan RSUD Aji Muhammad Salehuddin atau yang akrab dikenal sebagai RS Korpri di Samarinda. Proyek fasilitas kesehatan bentukan pemerintah ini diketahui sempat mandek dan terlantar sejak Desember tahun lalu akibat kendala prosedural.

Demi menuntaskan sisa pembangunan rumah sakit tersebut, anggaran senilai Rp60 miliar kini disiapkan untuk dilelang dalam waktu dekat, seiring dengan tuntasnya pembenahan dokumen administrasi internal.

“Kalau Rumah Sakit Korpri sudah clear, tinggal pelaksanaan lelang sambil melengkapi beberapa persyaratan dan ada sedikit pergeseran. Anggarannya sekitar Rp 60 miliar untuk rumah sakit,” pungkas Aji Muhammad Fitra Firnanda.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar