Ujarku.co – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkokoh ketahanan pangan daerah melalui program pembangunan lumbung padi dan lantai jemur di sejumlah lokasi strategis. Upaya ini tetap berjalan sesuai rencana meskipun pemerintah pusat memberlakukan kebijakan efisiensi anggaran sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Percepatan Penghematan Belanja Negara.
Kepala Dinas Ketapang Kukar, Sutikno, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak menghambat pelaksanaan proyek-proyek pembangunan lumbung pangan yang telah diprogramkan sebelumnya. Beliau menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran lebih difokuskan pada pengurangan biaya perjalanan dinas dan beberapa kebutuhan operasional tertentu, tanpa mengorbankan program strategis yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan masyarakat.
“Penghematan hanya berlaku pada kegiatan perjalanan dinas dan kebutuhan operasional tertentu, tetapi program kami seperti pembangunan lumbung pangan, lantai jemur, dan fasilitas lainnya tetap dilaksanakan,” jelasnya pada Selasa (4/3/2025).
Ia menambahkan bahwa pembangunan lumbung padi tidak bisa dilakukan di seluruh kecamatan, karena terdapat persyaratan khusus, seperti luas sawah minimal 60 hektare untuk mendapatkan fasilitas tersebut.
“Pembangunan lumbung padi dan lantai jemur ini tidak dilakukan di setiap kecamatan, karena ada salah satu syarat pembangunan lumbung yang harus memiliki luasan sawah minimal 60 hektare,” terangnya.
Sebagai langkah konkret, Dinas Ketapang Kukar telah menetapkan lima lokasi pembangunan lumbung padi tahun ini, yaitu Jembayan, Sebulu, Tenggarong, Loa Ipuh, dan Loa Janan Ulu. Program ini bertujuan untuk membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dan mendukung kemandirian pangan di wilayah tersebut.
Dengan adanya lumbung padi, diharapkan hasil panen para petani dapat tersimpan dengan baik dan tidak mengalami kerugian akibat keterbatasan tempat penyimpanan. Selain itu, fasilitas ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Harapannya, lumbung ini akan menghasilkan produk pangan mandiri di desa-desa,” tutup Sutikno. (ADV/DiskominfoKukar)








