Ujarku.co – Implementasi program Gratispol Internet Desa Gratis milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan progres signifikan menjelang akhir 2025. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim melaporkan pemasangan fasilitas internet desa telah mencapai 87 persen dari total target 881 desa se-Kaltim.
Muhammad Faisal, Kepala Diskominfo Kaltim, menyebut masih ditemui keluhan jaringan lambat di sejumlah wilayah. Namun menurutnya, kondisi tersebut wajar mengingat faktor teknis yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali daerah.
“Iya namanya banyak sekali sekali, di kota juga kita bayar tiap bulan juga lemot. Banyak hal yang membuat lemot, bisa memang dari pusat atau mungkin ada gangguan,” ujarnya.
Faisal meminta masyarakat memahami dinamika layanan jaringan internet yang memiliki kemiripan dengan listrik atau air. Ia mencontohkan gangguan sehari dapat menimbulkan komplain besar, meski layanan 29 hari sebelumnya berjalan normal.
“Nah jadi yang seperti itu harus dimaklumi,” tambahnya.
Hingga saat ini, 734 desa sudah terpasang, sementara 107 desa lainnya masih dalam proses, sehingga capaian keseluruhan mencapai 87 persen. Ia menegaskan tim teknis bergerak tanpa jeda untuk mengejar target, meski waktu pengerjaan relatif sempit.
“Kami kerja kurang dari delapan bulan tapi harus masuk 881 desa, jadi sehari itu rata-rata empat desa tanpa libur,” ungkapnya.
Faisal menyebut desa yang tersisa merupakan wilayah-wilayah dengan tantangan instalasi paling berat, seperti lokasi yang jauh dari jaringan listrik atau tidak terjangkau sinyal. Untuk kondisi tertentu, tim terpaksa menggunakan teknologi penunjang seperti Starlink.
Ia memastikan gangguan jaringan yang terjadi bukan disebabkan keterlambatan pembayaran. Menurutnya, seluruh pembayaran dilakukan lebih awal. Bahkan, beberapa daerah mengalami gangguan akibat persoalan eksternal seperti kabel yang digigit hewan.
“Masalah lemot itu bukan dari telat pembayaran dari kami. Pembayaran kita bayarkan di awal Desember,” tegasnya.
Pemprov Kaltim menargetkan seluruh desa tersisa dapat diselesaikan pemasangannya pada akhir tahun, sebelum dilakukan evaluasi penuh pada Januari 2026.
“Berikan kami kesempatan untuk terus melakukan, dan insya Allah Januari kita akan evaluasi,” tutup Faisal.(*)
Penulis: Devi Mogot





