Ujarku.co – Warga Dusun Karya Tani, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, sebentar lagi akan mengakhiri ketergantungan pada mesin diesel untuk kebutuhan listrik sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui program “Terang Kampongku” terus mendorong percepatan penyambungan listrik PLN ke wilayah terpencil tersebut.
Langkah konkret diwujudkan melalui rapat koordinasi lintas instansi yang digelar Kamis (22/5/2025), melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Otorita IKN, PLN, serta perwakilan Pemkab Kukar. Agenda utama rapat adalah mempercepat proses legalitas dan kerja sama lintas kawasan untuk operasional jaringan listrik sepanjang lebih dari 5 kilometer menuju dua RT yang belum teraliri listrik, yakni RT 48 dan RT 49 di Dusun Karya Tani.
Warga di dua RT tersebut selama ini hanya bisa mengandalkan genset yang tentu membutuhkan biaya tinggi dan hanya bisa digunakan beberapa jam sehari. Tak jarang, aktivitas ekonomi dan pendidikan terganggu akibat terbatasnya akses listrik.
“Jika proses perizinan ini segera selesai, maka PLN bisa langsung menyambungkan listrik. Teknisnya sudah siap, tinggal administratifnya saja,” ujar Arianto.
Menurut data DPMD Kukar, sekitar 150 hingga 160 kepala keluarga akan menjadi penerima manfaat langsung dari penyambungan listrik ini. Pemerintah berharap proyek ini tak hanya menjadi solusi energi, tapi juga pendorong peningkatan kualitas hidup warga di daerah terpencil.
Program “Terang Kampongku” sendiri merupakan komitmen Pemerintah Kukar untuk memastikan seluruh wilayah, termasuk pelosok desa, dapat menikmati fasilitas dasar seperti listrik. Jika akses melalui jaringan PLN tak memungkinkan, maka solusi alternatif berupa Pembangkit Listrik Swadaya (PLS) juga akan dipertimbangkan.
“Kami tidak akan berhenti sampai semua warga, tanpa kecuali, mendapat akses energi yang layak. Ini tentang keadilan pembangunan, dan kami berkomitmen untuk mewujudkannya,” tegas Arianto.
Dengan sinergi lintas lembaga dan dorongan masyarakat, harapan Dusun Karya Tani untuk terang sepanjang hari bukan lagi mimpi, tapi tinggal menunggu waktu. (ADV/DISKOMINFOKUKAR)





