Ujarku.co – Realisasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Samarinda semakin mendekati kenyataan. Setelah melalui proses verifikasi pada 21 April lalu, Samarinda dinyatakan lolos dan bahkan menjadi salah satu daerah yang paling siap melaksanakan program nasional tersebut.
Andi Harun, Wali Kota Samarinda, mengungkapkan keberhasilan ini tak lepas dari kesiapan sejak awal, mulai dari siswa, lahan, hingga sistem pendukung.
“Bahkan siswanya sudah siap sebelum pembangunan sekolahnya,” ujar Andi Harun, Kamis (10/4/2025).
Penempatan sementara 100 siswa tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan SMA Melati. Seluruh biaya pendidikan selama masa penempatan nanti ditanggung penuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
“Anggarannya langsung dari Pemkot, kalau pembangunan Sekolah Rakyat itu nandi dari Kementrian langsung,” jelasnya.
Sementara untuk pembangunan fisik Sekolah Rakyat, pendanaannya akan menjadi tanggung jawab Kementerian terkait. Lokasi pembangunan pun telah ditentukan, yakni di kawasan Palaran, tepatnya di lahan seluas 7 hektar di sebelah SKOI, Stadion Utama Palaran. Alternatif kedua berada di eks Terminal Timbang, Jalan HAM Rifaddin, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Menurut Andi Harun, dari total 53 daerah yang akan menerima pembangunan SR, Samarinda menjadi salah satu yang dinilai paling siap.
“Kita sudah punya lahan, siswa juga sudah terdaftar dan terverifikasi oleh pusat,” katanya.
Ia menambahkan, data siswa yang masuk dalam SR berasal dari keluarga miskin dan kurang mampu, dan telah terkonfirmasi lewat Dinas Sosial serta Dinas Pendidikan.
“Data dari Dinsos sudah terhubung dengan sistem satu data Indonesia di pusat, jadi validasinya menyeluruh,” tambahnya.
Sekolah Rakyat sendiri memiliki konsep berbeda dari sekolah umum atau sekolah berbasis prestasi. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin kategori desil 1 dan 2, dengan sistem asrama (boarding school) sebagai model utama.
“Boarding school ini akan memfokuskan pembentukan karakter dan kebiasaan hidup bersih bagi para siswa,” terang Wali Kota.
Konsep tersebut dirancang agar para peserta didik tumbuh dalam lingkungan yang kondusif untuk pengembangan diri secara menyeluruh.
Andi Harun pun optimistis pembangunan fisik SR bisa segera dimulai tahun ini.
“Kita berharap pembangunan bisa dimulai segera oleh kementerian,” tutupnya.(*)
Penulis: Devi Mogot





