Sekolah Rakyat Samarinda Dibangun di Atas Lahan 7,2 Hektare, Target Rampung 7 Bulan

Lahan Sekolah Rakyat di Jalan Stadion Palaran

Ujarku.co – Pembangunan Sekolah Rakyat di Samarinda resmi dimulai dengan total anggaran mencapai Rp247 miliar. Asli Nuryadin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, mengatakan meskipun pekerjaan fisik telah berjalan sejak beberapa minggu lalu, peresmian secara nasional baru dilaksanakan hari ini. Ia menegaskan, Samarinda menjadi salah satu daerah yang mendapat kepercayaan pemerintah pusat dalam program pembangunan Sekolah Rakyat.

“Beberapa minggu lalu kontrak sudah ditandatangani dan pekerjaan sudah berjalan.,” ujar Asli usai menghadiri pelaksanaan groundbreaking secara nasional via zoom meeting, Senin (12/1/2026).

Sekolah Rakyat Samarinda dibangun di atas lahan seluas 72.018 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 28.519 meter persegi. Kawasan pendidikan tersebut terdiri dari 39 bangunan, meliputi 14 gedung dua lantai, 13 gedung satu lantai, serta 12 bangunan fasilitas umum.

Bangunan yang disiapkan mencakup gedung pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, asrama guru, serta fasilitas pendukung seperti masjid, gedung serbaguna, dan kantin sekolah. Seluruh aktivitas pendidikan nantinya akan dipusatkan di kawasan sekolah yang baru ini.

Asli Nuryadin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda

Asli menyebutkan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih memfasilitasi kegiatan pendidikan sementara di sejumlah lokasi, seperti Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) di Jalan Cipto Mangunkusumo, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Jalan Untung Soropati, serta SMA Negeri 16 Samarinda milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Katim).

“Kebijakan sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Jika bangunan ini sudah selesai, seluruh proses persekolahan akan dipusatkan di lokasi Sekolah Rakyat yang baru,” jelasnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat Samarinda ditargetkan rampung dalam waktu enam hingga tujuh bulan ke depan. Asli berharap proyek tersebut dapat berjalan lancar dan menjadi sekolah unggulan di Kota Tepian.

“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar Sekolah Rakyat ini menjadi sekolah terbaik di Samarinda. Ini kebanggaan karena Samarinda menjadi salah satu dari 114 sekolah yang sudah mulai pekerjaan fisiknya,” pungkasnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar