Banner Ujarku

Siaga Ramadan, Disdamkarmat Samarinda Dirikan 11 Posko Kebakaran

Posko Siaga Kebakaran Ramadhan 2026

Ujarku.co – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Ramadan dengan mengoperasikan 11 posko kebakaran yang siaga penuh selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang cenderung meningkat akibat aktivitas memasak dan penggunaan listrik di rumah tangga.

Akhmad Suprianto, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Samarinda, menyebutkan seluruh posko ditempatkan di lokasi strategis untuk mempercepat respons penanganan jika terjadi keadaan darurat. Setiap pos dijaga oleh petugas yang bertugas secara bergantian dalam tiga regu.

“Seluruh posko beroperasi tanpa henti untuk mengantisipasi potensi kebakaran, terutama yang dipicu meningkatnya aktivitas memasak,” ujarnya.

Data Disdamkarmat menunjukkan jumlah kejadian kebakaran selama Ramadan mengalami penurunan, dari 23 kasus pada 2024 menjadi 18 kasus di 2025. Meski demikian, potensi risiko dinilai tetap tinggi sehingga pengawasan dan kewaspadaan masyarakat perlu diperkuat.

Suprianto menjelaskan, penyebab kebakaran paling dominan masih berasal dari korsleting listrik dan kelalaian penggunaan kompor gas. Masyarakat diminta tidak menumpuk penggunaan stop kontak serta rutin memeriksa kondisi regulator dan selang tabung elpiji.

Selain kesiapsiagaan petugas, Disdamkarmat juga mendorong warga memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah mitigasi awal. Jika belum tersedia, warga dapat menggunakan alternatif seperti karung basah atau kain tebal untuk memadamkan api skala kecil.

Teguh Setia Wardana, Sukarelawan Kebakaran Samarinda, menilai faktor manusia tetap menjadi penyebab utama kebakaran selama Ramadan, terutama akibat kompor yang ditinggalkan menyala saat sahur atau berbuka.

“Lebih baik berinvestasi pada alat pemadam portabel daripada harus menanggung kerugian besar akibat kebakaran,” tegasnya.

Menjelang waktu tarawih maupun istirahat malam, warga diimbau memastikan seluruh peralatan listrik dan kompor telah dimatikan guna menekan risiko kebakaran di lingkungan permukiman.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar