Tampil Mempesona, Kafilah Kukar Bawa Nuansa Kesultanan ke Pawai Ta’aruf MTQ

Mobil hias Kafilah Kukar dengan miniatur Kedaton dan busana adat Antakesuma saat melintas di rute pawai

Ujarku.co – Musabaqah Tilawatil Qur’an ke‑45 Kaltim di Kabupaten Kutai Timur menjadi saksi gemilang bagi penampilan kafilah dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sepuluh kendaraan mobil hias ikut dalam rangkaian pawai taaruf, dan kendaraan hias Kukar berhasil mencuri perhatian publik dengan tampilan megah bernuansa kerajaan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Rute pawai dimulai dari Jl. Abdul Wahab Syahrani (Jl. Pendidikan), lalu melewati Jl. Yos Sudarso, Jl. Karya Etam, Jl. APT Pranoto, dan berakhir di Jl. Diponegoro, halaman Kantor Kecamatan Sangatta Utara. Sepanjang rute, antusiasme warga sangat tinggi—tepuk tangan, lambaian tangan, hingga ponsel yang merekam aksi kafilah Kukar.

Mobil hias Kukar menampilkan replika Kedaton – istana Sultan dan Permaisuri – lengkap dengan pelaminan pengantin adat Kutai yang mengenakan busana Antakesuma khas bangsawan Kutai. Busana resmi pengantin yang turun dari kendaraan disambut lantunan salawat dan taburan beras kuning saat mendekati panggung kehormatan.

Ketika mobil berhenti sejenak di panggung kehormatan, pasangan pengantin yaitu Ahmad Sudiyanto dan Dina Novianti turun dengan pengawalan prajurit dan dayang-dayang kerajaan. Mereka kemudian menyerahkan cenderamata berupa buah-buahan dan telur omega kepada Bupati Kutim sebagai bentuk penghormatan dan simbol budaya.

LPTQ Kukar melalui Sekretaris Umumnya, Firdauz Khalil, mengungkapkan rasa syukur atas sambutan luar biasa yang diberikan masyarakat Kutim. “Tepukan dan sorakan masyarakat adalah energi positif bagi kami,” ujarnya. Ia berharap agar kafilah Kukar bisa membawa pulang juara terbaik I dalam perlombaan ini.

Kehadiran Kukar dalam Pawai Ta’aruf ini bukan sekadar partisipasi, melainkan pernyataan bangga akan identitas budaya dan sejarah daerah. Pemerintah daerah berharap bahwa penampilan elite budaya seperti ini dapat memperkuat citra daerah serta memotivasi generasi muda untuk menghargai tradisi lokal menjadi bagian dari pembangunan karakter.

Dengan semangat budaya yang kuat dan kesiapan tampil maksimal, Kukar menegaskan bahwa kebanggaan terhadap adat dan kesultanan tidak menghambat kemajuan modern, tetapi justru menjadi modal penting dalam membangun daerah yang berbudaya dan berdaya saing. adv

Tag Berita

Bagikan

Komentar