Tekan Angka Stunting, Komisi IV DPRD Samarinda Minta DPPKB Maksimalkan Kampung KB

Sri Puji Astuti, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda

Ujarku.co – Sri Puji Astuti, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda mendesak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) untuk mempercepat penurunan angka stunting di seluruh wilayah kota. Pihaknya meminta agar keberadaan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dioptimalkan secara penuh sebagai ujung tombak intervensi gizi dan edukasi bagi masyarakat.

Menurut Sri Puji Astuti, penanganan kasus balita kerdil akibat kurang gizi kronis tidak boleh sekadar menjadi program seremonial belaka. Pemerintah kota melalui kader lapangan harus aktif mendatangi pemukiman warga guna memantau perkembangan kesehatan ibu hamil dan anak di bawah usia dua tahun.

“Kasus stunting ini menyangkut masa depan kualitas generasi muda di Kota Samarinda, sehingga penanganannya harus dilakukan secara masif dari hulu ke hilir. Kami di Komisi IV meminta Dinas PPKB memfungsikan Kampung KB secara efektif untuk memberikan penyuluhan pola asuh sehat dan pemenuhan gizi yang baik,” ujar Sri Puji Astuti, Senin (13/7/2026).

Sri Puji Astuti menambahkan, validasi data di lapangan juga menjadi kunci penting agar pemberian stimulus nutrisi tambahan dari pemerintah tepat sasaran. Sinergi yang kuat antara Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dengan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di tingkat rukun tetangga sangat dibutuhkan dalam melakukan deteksi dini terhadap keluarga berisiko tengkes.

Pihak Komisi IV DPRD Samarinda memastikan akan mengawal ketat realisasi anggaran di sektor ini guna memastikan setiap program yang dijalankan berdampak nyata terhadap penurunan prevalensi kasus di lapangan.

“Kita berkejaran dengan waktu keemasan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, seluruh jajaran dinas terkait harus bekerja ekstra keras, jemput bola ke lapangan, dan pastikan tidak ada lagi anak-anak kita di Samarinda yang mengalami pertumbuhan tidak normal akibat keterbatasan akses pangan sehat maupun minimnya edukasi keluarga,” pungkas Sri Puji Astuti.(ADV)

Tag Berita

Bagikan

Komentar