Teknologi AI Jamah Dunia Pendidikan, Kepala BPMP Kaltim Minta Bijak Siswa Bijak Menggunakannya

Google for Education memperkenalkan Chromebook sebagai alat pembelajaran modern yang efektif dan efisien

Ujarku.co – Dalam era transformasi digital yang semakin berkembang, Google for Education memperkenalkan Chromebook sebagai alat pembelajaran modern yang efektif dan efisien dalam acara lokakarya bertajuk “Cara Baru untuk Belajar” di Hotel Aston Samarinda, Selasa (9/7/2024).

Fitur Artificial Intelligence (AI) bernama Gemini menjadi salah satu yang ditampilkan. Fitur Gemini digadang-gadang dapat mempermudahn para guru untuk menyelesaikan tugas-tugas laporan atau kuis dengan mudah melalui perintah sederhana. Sementara para murid dapat belajar dengan lebih efektif dalam waktu singkat dengan berbagai kecanggihan Gemini.

Menanggapi hal tersebut, Jarwoko, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur, mengatakan teknologi seperti Chromebook bersifat netral dan bergantung pada cara penggunaannya.

“Tergantung cara kita menggunakan, menurut saya alat tersebut justru menjadi alat bantu untuk kita mendapatkan pengetahuan. Tetapi sekali lagi, itu hanyalah alat,” ujar Jarwoko.

Walaupun ada rasa khawatir, ia tidak ingin semua pihak menutup mata akan perkembangan zaman seperti AI. Dirinya mengaku pihaknya mendukung hadirnya teknologi di tengah-tengah cara pembelajaran yang yang baru saat ini.

“Tentu hal seperti ini tidak dapat dihindari. Memang kita membutuhkan teknologi, bagaimana kecerdasan AI maupun segala fasilitas yang diberikan Chromebook tersebut bisa membawa dampak positif di dunia pendidikan,” ucapnya.

Kendati demikian, Jarwoko menilai jika teknologi yang digunakan peserta didik malah membawa kemunduran dalam akademiknya, maka pasti ditiadakan.

“Kalau ada teknologi, kemudian teknologi itu tidak menunjang proses peserta didik, maka itu harus diabaikan. Karena kontraproduktif,” ucapnya.

Jarwoko menegaskan, manusia tetap menjadi yang paling canggih dan teknologi hanya sebagai alat bantu. Ia menekankan teknologi harus tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan tidak menggantikan peran manusia secara keseluruhan.

“Sekalipun kita anti teknologi, kita akan ketinggalan zaman. Sedangkan basis kehidupan kita sudah serba digitalisasi. Yang penting adalah bahwa teknologi itu adalah alat bantu, yang utamanya tetap manusia,” tutupnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Editor : Tirta Wahyuda

Tag Berita

Bagikan

Komentar