Ujarku.co – Dekatnya waktu masuk tahun ajaran baru seharusnya menjadi momen sibuk bagi toko seragam sekolah, namun kali ini situasinya berbeda. Tim Ujarku.co mengunjungi Toko Siswa, salah satu toko seragam sekolah di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda Ilir. Pegawai Toko Siswa Gopalpona (30) menerangkan penurunan penjualan terjadi padahal kurang lebih seminggu lagi sudah masuk sekolah.
Menurut Gopal, hal tersebut diperkirakan banyak ibu-ibu yang biasanya akan membeli seragam sekolah langsung ke toko fisik, kini beralih ke belanja online karena dianggap lebih praktis dan efisien. Ia menambahkan bahwa persaingan dengan belanja online yang menawarkan berbagai kemudahan telah membuat toko fisiknya kesulitan bersaing.
“Gak disini aja yang sepi, di toko lain sekitar sini juga. Biasanya seminggu sebelum anak-anak masuk sekolah saya gak bisa duduk-dudukan, ini situasinya biasa-biasa aja,” terang Gopal, Minggu (7/7/2024).

Gopal menjelaskan, biasanya pada H-7 sebelum masuk sekolah, sebanyak 50 persen dari stok barang di gudang mereka sudah terjual, namun kenyataannya saat ini hanya sekitar 20 persen dari gudang yang terjual.
Lebih lanjut, Gopal menerangkan padahal belanja di toko fisik memiliki keuntungan untuk mencoba pakaian yang akan dibeli. Dengan mencoba langsung, pembeli dapat memastikan ukuran dan bisa melihat langsung kualitas kain seperti tekstur dan kualitas jahitan pakaian sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Sebetulnya agak susah beli baju sekolah di online, karena beda merek pasti beda ukuran. Ada yang menggunakan skala ukuran S – XXL (letter sizing), ada yang ada menggunakan skala ukuran angka 1 – 12 (numeric sizing) dan di skala ukuran pun masih ada lagi turunan ukuran dari 10 – 20. Jadi semuanya beda-beda, gak ada yang sama. Lebih bagus beli langsung di toko,” jelas Gopal.
Seorang pembeli online seragam sekolah Ivo Elvira (38) memberikan alasan mengapa ia beralih ke belanja online. Ia menyebutkan kenyamanan dalam berbelanja tanpa harus datang ke toko fisik, pilihan produk yang lebih beragam, serta harga yang lebih kompetitif sebagai faktor-faktor utama yang mempengaruhi keputusannya.
“Harganya jauh lebih murah, minusnya harus nunggu lumayan lama karena dikirim lewat ekspedisi,” terang Ivo.
Meskipun demikian, toko fisik seragam sekolah tetap berusaha untuk menyesuaikan diri dengan tren belanja konsumen saat ini. Mereka berharap agar konsumen tetap menghargai keberadaan toko fisik seragam sekolah dan memberikan dukungan dalam menjaga keberlangsungan usaha mereka.(*)
Penulis: Devi Mogot


