Ujarku.co – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kalimantan Timur (Kaltim) yang terdata dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim tahun 2023 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022, yaitu dari 5,71 persen menurun 5,31 persen.
Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani menerangkan TPT di Kaltim mengalami penurunan faktor dari penyerapan beberapa sektor kerja.
“Di Kaltim sendiri yang berpotensi melakukan penyerapan tenaga kerja dari sektor perdagangan besar dan eceran seperti reparasi perawatan mobil atau sepeda motor kemudian sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sektor pertambangan dan penggalian kemudian yang terakhir itu dari sektor jasa profesional dan perusahaan” ujar Rozani, Jumat (22/3/2024).
Pihak Disnakertrans Kaltim terus memantau terkait angka penurunan TPT di Kaltim dan terus melakukan berbagai upaya agar angka-angka tersebut mengalami penurunan di setiap tahunnya, khususnya di status pekerja formal.
“Itu kalau secara teoritik adalah investasi yang berkualitas dalam konteks tugas kita menempatkan tenaga kerja pada sektor formal, sehingga untuk prestasi investasi yang bisa menyerap angkatan kerja kita masuk ke dunia pekerjaan formal,” jelas Rozani.
Status formal sendiri adalah merupakan perusahaan yang dibantu oleh guru tetap dan buruh biasa atau karyawan dan pegawai.
Upaya lain dari Disnakertrans Kaltim adalah menyiapkan melalui pendidikan belajar yang berbasis kompetensi yang dekat dengan industri tertentu, dimana merupakan satu perhatian antara perusahaan dengan pemerintah siswa.
“Misalnya dalam bentuk seperti magang, itu juga kita galakan karena mereka sudah langsung bekerja di tempat kerja saat mereka magang atau tempat lain juga bisa dan dibimbing oleh atasan dalam pekerjaan itu dan dilatih oleh instruktur oleh pelatihan tersebut,” pungkas Rozani.(*)
Penulis : Devi Mogot
Editor : Tirta





