Banner Ujarku

Vasektomi Jadi Opsi Kontrasepsi, BKKBN Kaltim Tekankan Pentingnya Kesehatan Ibu dan Hak Reproduksi

Nurizky Permanajati, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kaltim

Ujarku.co – Di tengah perbincangan publik terkait metode kontrasepsi vasektomi yang belakangan menjadi sorotan, Perwakilan Kemendugbangga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan metode ini merupakan salah satu opsi sah dalam pengendalian angka kelahiran dan perlindungan kesehatan reproduksi keluarga.

Nurizky Permanajati, Kepala Perwakilan Kemendugbangga/BKKBN Kaltim, menyebut vasektomi merupakan bagian dari kebijakan nasional yang memiliki standar dan syarat tertentu. Ia menekankan metode ini bersifat sukarela dan ditujukan bagi pasangan yang sudah merasa cukup memiliki anak dan ingin menjaga kesehatan keluarga, khususnya sang ibu.

“Vasektomi itu kebijakan nasional, ada syarat dan ketentuannya. Ini adalah salah satu pilihan kontrasepsi yang diberikan kepada keluarga, khususnya jika kondisi medis perempuan tidak memungkinkan,” ujar Kiky, sapaan akrabnya saat ditemui di Kantor Kemendugbangga/BKKBN Kaltim, Jumat (16/5/2025).

Menurutnya, isu utama dalam program Keluarga Berencana (KB) saat ini bukan lagi pada pembatasan jumlah anak, melainkan pengaturan jarak kelahiran demi menjaga kesehatan fisik dan mental ibu. Undang-undang juga telah mengatur hak setiap perempuan untuk memiliki waktu jeda atau ‘me time’ sebelum kembali hamil.

“Punya anak itu ibadah, tapi ibu juga butuh ruang untuk sehat secara mental. Maka KB itu penting untuk mengatur jarak kelahiran. Vasektomi adalah satu dari banyak pilihan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti kondisi medis tertentu seperti hipertensi pada perempuan yang berisiko tinggi saat melahirkan. Dalam situasi seperti ini, kata Kiky, vasektomi bisa menjadi bentuk tanggung jawab suami terhadap keselamatan istri.

“Kalau istrinya hipertensi dan berisiko tinggi saat bersalin, suami yang peduli tentu akan mencari solusi. Vasektomi bisa jadi opsi, bukan paksaan,” ucapnya.

Selain itu, ia mengungkapkan beberapa metode kontrasepsi untuk perempuan kerap menimbulkan efek samping seperti ketidakseimbangan hormon. Dalam kasus seperti itu, vasektomi bisa menjadi alternatif yang lebih aman dan nyaman bagi pasangan.

“Misalnya KB hormonal bikin hormon tidak seimbang, wajah berjerawat, mood swing. Kalau suami istri sudah sepakat cukup punya dua anak, ya bisa pilih vasektomi, tentu dengan pertimbangan matang,” jelas Kiky.

Kiky menegaskan Kemendugbangga/BKKBN Kaltim tidak akan menerapkan metode ini secara masif tanpa edukasi. Setiap pasangan akan diberi pemahaman dan kebebasan dalam memilih metode kontrasepsi yang sesuai kebutuhan mereka.

“Tidak ada yang dihajar membabi buta. Semua ada syaratnya, pertimbangannya, usia anak, usia orang tua. Ini soal kesadaran bersama,” pungkasnya.

Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis hak, Kemendugbangga/BKKBN Kaltim berharap metode vasektomi bisa diterima sebagai bagian dari solusi penguatan ketahanan keluarga dan pengendalian angka kemiskinan melalui pengaturan kelahiran yang sehat dan bertanggung jawab.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar