Ujarku.co – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat keberhasilan hingga 90 persen dalam penanganan pasien penderita penyakit jantung bawaan, termasuk pada anak-anak. Keberhasilan ini menjadi wujud nyata kontribusi YJI Kaltim dalam mendukung kesehatan masyarakat di daerah.
Moh Jauhar Efendi, Sekretaris YJI Kaltim, menjelaskan penyakit jantung kini tidak hanya menyerang kalangan dewasa, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia muda. Ia menilai, hal ini erat kaitannya dengan pola hidup masyarakat modern yang cenderung kurang sehat.
“Ini memang akibat pola hidup perilaku, misalkan kurang olahraga,” ujarnya saat konferensi pers di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Jumat (7/11/2025).
Menurut Jauhar, rendahnya aktivitas fisik menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung pada generasi muda. Kebiasaan hidup serba praktis, seperti sering memesan makanan secara daring, membuat masyarakat semakin jarang bergerak.
“Adanya pesanan online, tinggal pesan di kamar, makanan datang. Artinya jarang bergerak,” ucapnya.
Selain kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok juga turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit jantung di kalangan anak muda. Baik perokok aktif maupun pasif sama-sama memiliki risiko tinggi.
“Kebiasaan merokok juga bisa mempengaruhi dan menyebabkan penyakit jantung,” tegas Jauhar.
Lebih lanjut, Jauhar mengungkapkan YJI Kaltim telah berhasil membantu lebih dari 90 persen pasien penyakit jantung dalam proses penyembuhan.
“Tahun ini ada dua pasien di Kaltim yang sudah kita bantu pengobatan jantungnya,” katanya.
Jauhar menambahkan, masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan dari YJI dapat mengajukan permohonan melalui cabang YJI di masing-masing kabupaten atau kota. Permohonan tersebut nantinya akan diteruskan ke tingkat provinsi hingga ke pusat.
“Melalui YJI cabang kabupaten/kota, persyaratannya wajib bagi yang kurang mampu dan utamanya anak-anak,” jelasnya.
Ia berharap dukungan YJI dapat terus menjangkau lebih banyak masyarakat di Kaltim, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan pengobatan.
“Kami ingin masyarakat lebih sadar menjaga pola hidup sehat agar kasus penyakit jantung bisa terus ditekan,” tutup Jauhar.(*)
Penulis: Devi Mogot





