Ujarku.co – Kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) mash terus diwaspadai oleh masyarakat Kota Samarinda. Sebab, selama tahun 2023, kasus DBD yang terjadi pada masyarakat Kota Samarinda masih terbilang tinggi.
Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, hal tersebut disebabkan oleh padatnya penduduk Kota Samarinda, serta kurangnya sosialisasi dan penerapan terkait program 5M Plus kepada masyarakat.
“Sekarang orang-orang pada ribut soal fogging, apa efektif? Yang penting itukan sosialisasi dan penerapan 5M Plusnya,” tegas Puji, Senin (19/02/2024).
Puji juga menyoroti persoalan banjir yang masih saja terjadi, walaupun, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah membangun drainase. Hal tersebut menurutnya karena produksi sampah dari Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tidak dibatasi.
“Sudah dibangun drainase mash banjir toh? Karena pengelolaan sampah kita mulai dari produksi sampah IRT tidak dibatasi, belum lagi tempat pembuangan sampahnya jauh,” beber Puji.
Puji beranggapan hal tersebut juga dampak dari ketidaksadaran masyarakat untuk menjaga keindahan Kota Samarinda. Terbukti dengan diberikannya Perda mengenai sampah, tetapi masih ada saja kedapatan masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
“Masyarakat sudah tahu kita punya Perda tentang sampah, poin-poinnya saya yakin mereka juga mengerti. Tapi tangan mereka sudah biasa buang sampah sembarangan, mereka sepertinya lebih senang jika kesehatan mereka menjadi tanggung jawab pemerintah,” tegas Puji.
Untuk itu Puji menyarankan agar pemerintah lebih sering melakukan edukasi kesehatan, sosialisasi langsung kepada masyarakat. Bahkan menurutnya juga perlu diberlakukan sanksi sosial kepada masyarakat yang kedapatan melanggar Perda tentang sampah. (Adv)





