Ujarku.co – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran (TA) 2023 meninjau langsung progres mega proyek pembangunan infrastruktur yang di gaungkan oleh Wali Kota Samarinda.
Dalam peninjauan tersebut, Pansus dari DPRD Samarinda bersama Dinas PUPR Kota Samarinda mengunjungi pembangunan Terowongan/Tunel, rehabilitas GOR Segiri, dan pembangunan Teras Samarinda pada Kamis (25/4/2024).

Tinjauan pertama, pansus LKPj mengunjungi pembangunan Terowongan/Tunel di sisi jalan Sultan Alimudin. Diketahui, panjang terowongan dan portalnya 400 meter + 26 meter dengangradien memanjang 1,5 persen dan melintang 2 persen. Sementara, dimensi galian 12,8 meter x 10,5 meter. Lajur terowongan memiliki 2 lajur dengan lebar 3,5 meter per jalur.
Dari hasil tinjauan pertama, salah satu anggota pansus LKPj Abdul Rohim mengatakan pembangunan tersebut sudah sesuai dengan penyampaian dari Dinas PUPR Samarinda. Namun, progres yang terlihat diluar dari ekspektasi pihaknya.
“Kan pekerjaan ini dari dua sisi Jalan Alimudin 1 dan Jalan Kakap 1. Ternyata, penjelasan dari kontraktor yang selesai itu bukan untuk bisa dioperasionalkan, ternyata selesainya hanya baru menembus saja. Itupun dengan catatan kalau tidak ada kendala teknis,” ujar Rohim.
Kedepannya, pihak Pansus akan melakukan crosschek kembali ke Pemerintah Kota dan Dinas PUPR Samarinda terkait gambaran besar rencana selanjutnya untuk pembangunan Terowongan tersebut. Karena yang terlihat sejauh ini hanya gambaran kecil saja.
Tinjauan selanjutnya, rombongan mengunjungi Gor Segiri Samarinda. Rehabilitasi Gor Segiri yang memakan dana APBD sebesar Rp88 miliar itu dinilai berjalan dengan lancar. Namun, pihak Pansus mengomentari adanya penurunan kapasitas, yaitu perbandingan kapasitas ruangan dengan kapasitas parkir yang tidak seimbang.
“Sejauh ini tidak ada masalah, karena yang kita kejar adalah target realisasinya. Tadi yang kami konfirmasi Insyaallah pembangunan akan tetap sesuai dengan jadwal,” uangkap Rohim.

Terakhir, rombongan mengunjungi pembangunan Teras Samarinda. Yang menjadi kekhawatiran bersama adalah proyek tersebut diperkirakan akan molor kembali. Dikerenakan masih menunggu bahan baku (lighting) dari Cina yang belum kunjung datang.
Namun yang paling dikritisi adalah mengenai pemberdayaan UMKM. Dinas PUPR Samarinda mengatakan hanya menyiapkab 4 kios berjualan untuk UMKM. Sementara yang diketahui proyek tersebut turut menggaungkan korelisasi dengan pemberdayaan perekonomian daerah.
“UMKM mana yang bisa diberdayakan kalau 4 kios saja? Kalau 40 mungin iya,” terang Rohim.
Dari peninjauan atau sidak ini, masih banyak catatan-catatan yang nantinya akan di diskusikan kembali dalam internal Pansus untuk merespon LKPj Wali Kota Samarinda.(*)
Penulis: Devi Mogot








