Ujarku.co – Sani Bin Husain, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, menyoroti kurangnya komunikasi antara pemerintah kota dan pihaknya terkait pembangunan SMPN 16 Loa Bakung yang direncanakan menjadi sekolah terpadu bertaraf internasional.
Sani menyatakan, hingga saat ini belum ada pembicaraan khusus mengenai proyek tersebut yang disampaikan oleh pemerintah kota kepada Komisi IV.
“Paradigma pendidikan saat ini harus fokus pada penyamaan kualitas di semua sekolah, baik di pusat kota maupun pinggiran,” ujarnya, Rabu (21/8/2024).
Ia menegaskan konsep sekolah unggulan atau internasional kini sudah ketinggalan zaman. Menurutnya, semua sekolah seharusnya memiliki kualitas yang setara, dan perhatian harus diberikan pada peningkatan sarana, prasarana, serta infrastruktur pendidikan di seluruh wilayah Samarinda.
Sani juga mengkritik rencana pembangunan satu sekolah mewah yang dianggap tidak sebanding dengan kondisi banyak sekolah lainnya di Samarinda yang masih membutuhkan perbaikan.
“Tidak elok rasanya jika hanya ada satu sekolah yang memiliki fasilitas lengkap sementara banyak sekolah lain yang rusak dan membutuhkan pembenahan,” tegasnya.
Ia menegaskan anggaran pembangunan pendidikan sebaiknya tidak hanya difokuskan pada satu proyek besar, melainkan juga harus digunakan untuk memperbaiki kondisi sekolah-sekolah yang masih kekurangan.
Sani berharap agar pembangunan SMPN 16 Loa Bakung tidak menciptakan kesenjangan pendidikan di Samarinda. Ia menekankan pentingnya akses pendidikan yang merata untuk semua anak di kota Tepian.
“Sekolah terpadu yang sedang dibangun sebaiknya tidak membatasi aksesnya dan harus memastikan bahwa semua anak-anak di Samarinda dapat merasakan manfaat dari peningkatan fasilitas pendidikan ini,” pungkas Sani.(*)
Penulis: Devi Mogot
Editor: Tirta Wahyuda





