Ujarku.co – Abdul Muis, anggota DPRD Samarinda dari Partai Amanat Nasional (PAN), baru saja dilantik untuk masa tugasnya yang baru. Muis, yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Samarinda 3, menggarisbawahi komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kota tersebut.
Kepada awak media, Muis menegaskan tekadnya untuk menangani isu-isu yang sering dikeluhkan oleh masyarakat, terutama terkait dugaan pungutan liar (Pungli) dalam jual beli buku sekolah.
“Kita perlu memastikan bahwa masalah-masalah seperti pungli dalam jual beli buku dapat diatasi. Pendidikan harus bisa dinikmati oleh semua tanpa adanya beban tambahan bagi orang tua,” ujar Muis usai acara pelantikan, Rabu sore (28/8/2024).
Muis juga mengapresiasi respons positif dari Pemerintah Kota Samarinda, yang telah berkomitmen untuk mengatasi isu tersebut dengan memberikan jaminan tidak akan ada lagi transaksi jual beli buku di sekolah yang dilakukan oleh guru.
Namun, Muis menyadari implementasi di lapangan mungkin belum sepenuhnya sesuai harapan.
Oleh karena itu, Muis mengusulkan agar pemerintah kota membentuk saluran aduan masyarakat, seperti aplikasi, yang memungkinkan orang tua murid melaporkan masalah terkait pendidikan secara langsung tanpa khawatir akan adanya diskriminasi terhadap anak-anak mereka.
“Saluran ini penting agar pengawasan kita dapat lebih maksimal dan semua pihak, baik pemerintah maupun legislatif, bisa memantau serta mengakses informasi mengenai masalah-masalah pendidikan,” tambah Muis.
Muis juga menekankan, saluran aduan ini tidak hanya akan menangani masalah pendidikan, tetapi juga bisa mencakup bidang lain seperti kesehatan. Dengan adanya saluran ini, diharapkan akan ada transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik dalam pelayanan publik.(*)
Penulisan: Devi Mogot





