Ujarku.co – Dalam acara “Bincang Millenials dan Gen Z” yang berlangsung di Hotel Mesra Samarinda, Hadi Mulyadi, calon Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), menyampaikan pandangannya tentang pentingnya keakraban antar generasi serta peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Acara tersebut bertujuan untuk memperkuat komunikasi antara pemimpin dan generasi muda Kaltim.
Dalam dialog tersebut, Hadi Mulyadi menggarisbawahi makna istilah Banjar “pahamlah ikam,” yang berarti saling memahami dalam konteks persaudaraan. Dimana istilah tersebut adalah jargon pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi dalam kontestasi Pilkada 2024.
“Pengucapan pahamlah ikam artinya sudah ada keakraban. Bukan bahasa seakan-akan kamu bodoh,” ujarnya menjelaskan kepada awak media, Rabu (25/9/2024).
Menyinggung program pendidikan gratis dari rival mereka, yaitu pasangan calon Rudy Mas’ud dan Seno Aji, Hadi menjelaskan meskipun ada undang-undang yang mengatur anggaran pendidikan, realisasi di lapangan tidak memungkinkan.
“Kamu tanya aja seluruh Gubernur yang ada di Indonesia untuk APBD yang ada, itu (pendidikan gratis) nggak mungkin. Kita sudah hitung, apalagi Kaltim harus membangun yang lain,” katanya.
Hadi menjelaskan meskipun ada mandatori undang-undang yang mengatur 20 persen dari APBD untuk pendidikan, realisasinya masih belum optimal.

“Belum bisa gratis semua, tapi secara bertahap,” ujarnya.
Pihaknya lebih menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Swasta harus terlibat karena mereka eksplorasi sumber daya alam di Kaltim, jadi harus ada feedback bagi masyarakat Kaltim. Salah satunya di pendidikan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hadi membahas program berkelanjutan untuk generasi milenial dan Gen Z. Ia menekankan kedua kelompok tersebut adalah bagian penting dari bonus demografis, dengan 60 persen penduduknya berada dalam kategori usia produktif.
“Program yang paling tepat ialah membuka lapangan kerja seluas-luasnya, seraya menambahkan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus menjadi prioritas,” jelasnya.
Dalam usaha memaksimalkan potensi PAD, Hadi menyebutkan tiga bidang yang menjadi fokus, yaitu profit sharing batubara, DBH kelapa sawit, dan carbon trade.
“Profit sharing batu bara itu baru 10 perusahaan yang baru keluarkan dana itu. Ini nanti akan kita kejar lagi,” ungkapnya.
Hadi berharap upaya tersebut dapat meningkatkan perekonomian Kaltim secara keseluruhan dan menekankan partisipasi semua pihak diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan di Kaltim.(*)
Penulis: Devi Mogot





