Ujarku.co – Menjelang pelaksanaan program beasiswa Gratis Pol, beredar kabar bantuan ini hanya diberikan kepada mahasiswa dari program studi berakreditasi A. Namun, Seno Aji, Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), dengan tegas membantah isu tersebut.
Seno Aji memastikan beasiswa Gratis Pol terbuka bagi seluruh mahasiswa, tanpa membedakan akreditasi program studi maupun perguruan tinggi.
“Itu hoaks! Artinya semua akan kita fasilitasi, tidak kaya, tidak miskin, prodi unggulan atau tidak, semua kita fasilitasi,” tegasnya kepada awak media pada Jumat (14/3/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan program beasiswa ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh mahasiswa di Kaltim.
“Saya tidak tahu itu berita dari mana,” ujarnya menanggapi isu yang beredar.
Sebagai salah satu program unggulan Pemprov Kaltim dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), beasiswa Gratis Pol diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Klarifikasi dari Seno Aji ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran publik, sehingga program tetap dapat diakses oleh seluruh mahasiswa tanpa pengecualian.
Meskipun beasiswa ini diklaim gratis, tetap ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah batasan umur bagi penerima bantuan pendidikan. Pada tahap awal, program ini menyasar mahasiswa tidak mampu. Selain itu, beasiswa hanya berlaku bagi mahasiswa yang kuliah di dalam Kaltim dan belum mencakup mereka yang menempuh studi di luar daerah.
Berikut batasan usia penerima beasiswa Gratis Pol berdasarkan jenjang pendidikan:
– D1 & D2 Maksimal 23 tahun
– D3, D4, & S1 Maksimal 25 tahun
– S2 & Profesi Maksimal 35 tahun
– S3 Maksimal 40 tahun
Seno Aji menegaskan tidak ada klasifikasi lain selain umur dalam program ini. Pemerintah ingin agar anak muda di Kaltim mendapatkan manfaat pendidikan gratis sesuai usia mereka.
“Kami ingin anak muda yang kuliah. Jangan sampai usia 50 tahun baru ingin kuliah S1, itu kan jadi hal lucu,” pungkasnya.(*)
Penulis: Devi Mogot





