Belajar 25 Ilmu, Kader Posyandu Samarinda Siap Jadi Garda Terdepan Kesehatan Warga

Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu Samarinda

Ujarku.co – Tak sekadar menimbang balita dan mencatat buku KMS, kader Posyandu di Samarinda kini dituntut menguasai 25 keterampilan dasar demi mendukung layanan kesehatan terpadu di masyarakat. Langkah ini diambil Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda seiring dengan diberlakukannya integrasi layanan primer yang terhubung langsung dengan puskesmas dan program nasional.

Budi Triyanto Hadi, Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Samarinda, mengatakan, pelatihan ini digelar dalam bentuk workshop bertahap mulai 14 April hingga Juni 2025.

“Kegiatan ini menjadi penting untuk memastikan kader Posyandu mampu menjalankan perannya secara profesional, karena sekarang mereka tak lagi sebatas pelayanan kesehatan dasar,” ujarnya, Senin (14/4/2025).

Selama tiga hari pelatihan, para kader Posyandu akan dibekali 25 kompetensi dasar mulai dari manajemen posyandu, komunikasi efektif, hingga edukasi kesehatan lintas usia, dari ibu hamil, bayi, balita, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.

“Materinya luas, karena saat ini Posyandu tak hanya menangani kesehatan. Ada pendidikan, lingkungan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi warga,” tambah Budi.

Program ini melibatkan 13 angkatan dengan total 26 kelas dan peserta mencapai 780 kader untuk gelombang pertama. Nantinya, pelatihan akan terus bergulir hingga September 2025. Padahal, menurut data Kementerian Kesehatan RI, jumlah kader Posyandu di Samarinda tercatat lebih dari 3.800 orang.

“Sekarang baru sekitar 20 persen yang ikut, sisanya menyusul bertahap,” jelasnya.

Menariknya, sistem pelatihan dibuat bergiliran. Tiap puskesmas di Samarinda mengirimkan 4 hingga 8 kader dalam satu kelas, bergantung jumlah kader di wilayahnya. Pelatihnya pun beragam, berasal dari Dinkes Provinsi, Dinkes Kota, dan puskesmas setempat.

Budi Triyanto Hadi, Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Samarinda,

“Ini untuk memastikan semua kader dapat giliran pelatihan tanpa meninggalkan layanan di posyandu,” tutur Budi.

Lebih jauh, program ini menjadi salah satu strategi Dinkes Samarinda dalam mendukung pelaksanaan Undang-Undang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah terkait integrasi layanan primer. Sebab, ke depan Posyandu akan menjadi pusat layanan masyarakat berbasis lingkungan, dengan kader sebagai ujung tombak di lapangan.

“Dulu, Posyandu hanya dikenal sebagai tempat timbang bayi. Sekarang lebih luas, jadi pusat informasi dan edukasi masyarakat. Kadernya harus siap dengan peran itu,” terang Budi.

Apalagi, layanan posyandu kini mencakup 6 bidang, yakni kesehatan, pendidikan, sanitasi, sosial, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi.

Dinkes Samarinda berharap, program ini tak hanya meningkatkan kualitas layanan Posyandu, tetapi juga memperkuat posisi kader sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Kalau kadernya cakap, masyarakat pasti lebih percaya. Kader jadi ujung tombak terdekat pemerintah dalam menjaga kesehatan warga,” pungkas Budi.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar