Bapenda Kaltim Komitmen Genjot Realisasi PAD Tahun 2025

Ismiati, Kepala Bapenda Kaltim

Ujarku.co – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Hingga Mei 2025, realisasi PAD telah mencapai Rp2,8 triliun dari target Rp10 triliun.

Ismiati, Kepala Bapenda Kaltim, menjelaskan meskipun capaian ini baru sekitar 28 persen dari target, pihaknya tetap optimistis dapat mendorong pencapaian maksimal hingga akhir tahun.

“Realisasi PAD kita sekarang 2,8 triliun dari target 10 triliun,” ujar Ismiati, Senin (6/5/2025).

Sementara itu, pendapatan transfer dari pemerintah pusat yang ditargetkan sebesar Rp9,8 triliun baru terealisasi sekitar Rp1,9 triliun. Ismiati menegaskan pendapatan transfer tidak bisa diintervensi oleh daerah karena bergantung pada mekanisme pusat.

“Kalau pendapatan transfer itu kan tidak bisa kita intervensi,” jelasnya.

Perbedaan signifikan antara target PAD tahun 2024 dan 2025 juga disebabkan oleh penyesuaian dalam kebijakan perpajakan sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Salah satu dampaknya adalah penurunan target penerimaan dari pajak kendaraan bermotor.

“Tarif pajak kendaraan bermotor di Kaltim itu yang paling rendah di Indonesia. Karena itu target penerimaan dari sektor ini kita koreksi, dari Rp1,5 triliun di 2024 jadi hanya Rp1 triliun di 2025,” ungkap Ismiati.

Selain itu, sistem pembagian penerimaan pajak yang langsung dibagi ke kabupaten/kota turut mempengaruhi perolehan PAD provinsi. Bapenda pun berkewajiban melakukan pembayaran atas pendapatan dari PKB dan BBNKB kepada daerah.

Meski saat ini realisasi PAD masih di bawah target, Ismiati menyatakan pihaknya akan mengoptimalkan sumber-sumber lain untuk menutupi kekurangan tersebut. Strategi ini sejalan dengan arahan Gubernur Kaltim untuk terus memperkuat pembiayaan pembangunan.

Dari sisi struktur PAD, pajak daerah menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 83,76 persen. Dari total PAD Kaltim yang ditargetkan sebesar Rp10 triliun lebih, sekitar Rp8,4 triliun berasal dari sektor pajak.

“Rata-rata fiskal Kaltim dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa 53 persen pendapatan kita berasal dari PAD, sisanya dari transfer pusat,” tambah Ismiati.

Menutup pernyataannya, ia memastikan Bapenda akan terus bekerja maksimal.

“Masih ada waktu untuk menggenjot PAD. Insyaallah, kita tetap semangat,” tegasnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar